Selain itu, siswa juga dikenalkan dengan pentingnya keberanian melapor apabila menjadi korban atau saksi tindakan pelecehan.
Dalam sesi tersebut, pemateri memperkenalkan aplikasi LIBAS sebagai sarana pelaporan awal yang dilengkapi fitur bantuan darurat, hotline 110, dan layanan pelaporan yang cepat serta praktis.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab dan permainan edukatif. Para siswa aktif menyampaikan pertanyaan mulai dari cara menghadapi catcalling hingga langkah yang perlu dilakukan ketika menemukan konten tidak pantas di grup percakapan.
Melalui kampanye ini, mahasiswa Ilmu Komunikasi USM berharap siswa semakin memahami pentingnya menjaga sikap, menghormati batasan pribadi, serta memiliki keberanian untuk berbicara dan melapor apabila mengalami atau menyaksikan tindakan pelecehan di lingkungan sekitar. (*)