Konten Semarang
Regional

Wagub Jateng Apresiasi Program AGUS PBNU untuk Perkuat Gizi dan Literasi Al-Qur’an Santri

KONTENSEMARANG.COM — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyambut baik peluncuran program Gerakan Alquran dan Gizi untuk Santri (AGUS) yang digagas oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama.  Program tersebut dinilai sebagai langkah konkret untuk meningkatka...

Berdasarkan data Kementerian Agama Republik Indonesia, terdapat lebih dari 28 ribu pesantren yang berafiliasi dengan NU dengan sekitar 1,6 juta santri mukim, bahkan diperkirakan mencapai lima juta santri secara keseluruhan.

Ia menyebutkan, di sejumlah pesantren masih ditemukan keterbatasan mushaf Al-Qur’an sehingga santri harus bergantian saat belajar.

Selain itu, beberapa riset juga menunjukkan masih adanya persoalan gizi di kalangan santri, termasuk temuan penelitian yang menyebut lebih dari 50 persen santri perempuan mengalami kekurangan gizi.

"Santri adalah masa depan kita. Oleh karena itu RMI PBNU bekerja sama dengan yayasan Al Fatihah meluncurkan program Gerakan Alquran dan Gizi untuk Santri," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf mengatakan program AGUS juga menjadi bagian dari upaya organisasi untuk memperkuat kontribusi pesantren dalam mendukung program pemenuhan gizi nasional.

PBNU, lanjutnya, telah bekerja sama dengan pemerintah dalam pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah.

Hingga saat ini hampir 200 titik telah diresmikan dan lebih dari 300 titik lainnya masih dalam proses pembangunan.

Melalui kolaborasi tersebut diharapkan semakin banyak santri yang memperoleh akses makanan bergizi sekaligus dukungan sarana belajar Al-Qur’an yang memadai.

"Alhamdulillah sore hari ini, RMI meluncurkan satu lagi program yang menjadi wujud ikhtiar untuk menyumbangkan bantuan, menambah yang dirasakan sebagai kebutuhan di lingkungan ponpes," katanya. (*)

Halaman 2 dari 2