“Kalau sanitasi baik, anak-anak lebih sehat, angka absensi sekolah menurun, beban layanan kesehatan berkurang. Jadi dampaknya luas, bukan hanya soal kebersihan,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia mendorong agar pemerintah daerah melibatkan masyarakat sejak awal, bukan hanya sebagai penerima manfaat, tetapi juga sebagai pengelola. Dengan begitu, rasa memiliki terhadap fasilitas sanitasi akan tumbuh dan keberlanjutan dapat terjaga.
“Sanitasi bukan sekadar urusan teknis dinas, tapi tanggung jawab kolektif. Pemerintah menyiapkan sistemnya, masyarakat menjaga dan menggunakannya dengan benar,” kata Heri.
“Sanitasi layak itu hak dasar. Ketika sistemnya terawat, di situlah negara benar-benar hadir dalam kehidupan sehari-hari warganya,” pungkas Heri.