Pemilihan kawasan Simpang Lima memiliki makna tersendiri, yakni sebagai representasi ruang publik sentral yang terbuka bagi seluruh lapisan warga tanpa terkecuali.
Kehadiran festival ini juga diyakini mampu memperkuat daya tarik wisata budaya Dugderan yang pada gilirannya akan membawa dampak positif secara ekonomi.
Sebagai penutup, Agustina mengundang segenap lapisan masyarakat untuk berpartisipasi langsung dan mengukir sejarah pelestarian budaya ini bersama-sama.
"Mari kita ramaikan Festival Tari Dug Dug Der besok Minggu, di Lapangan Pancasila Simpang Lima. Datanglah bersama keluarga, sahabat, dan tetangga. Mari bergerak bersama, merayakan keberagaman, mencintai budaya sendiri, dan menunjukkan kepada Indonesia bahwa Semarang adalah kota yang rukun, toleran, dan bangga akan budayanya," pungkasnya. (*)