Dalam pelaksanaannya, PLN Icon Plus menangani berbagai tahapan pengembangan AP2T, mulai dari perancangan, pembangunan sistem, implementasi, hingga pemeliharaan.
Peran tersebut turut mencakup pengelolaan change request, pengembangan fitur, integrasi sistem, serta pemenuhan kebutuhan proses bisnis yang terus mengalami perkembangan.
Kesiapan pengguna juga menjadi bagian penting dalam proses implementasi Wave 4. Sejak 14 September 2026, PLN Icon Plus bersama PLN menggelar pelatihan dan pendampingan secara intensif melalui metode tatap muka maupun kanal digital.
Pendampingan tersebut sekaligus digunakan untuk menemukan dan menyelesaikan berbagai kendala sebelum sistem diterapkan secara penuh.
Hingga tahap persiapan, lebih dari 400 kendala telah berhasil ditangani sebagai bagian dari proses continuous improvement sekaligus untuk memperkuat kesiapan operasional.
Senior Manager PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah, Leandra Agung Tri Radi Putra, menyebut keberhasilan implementasi tidak hanya bergantung pada kesiapan sistem, tetapi juga membutuhkan koordinasi dan pendampingan selama masa peralihan.
“Keberhasilan go live bukan merupakan pekerjaan satu tim saja. Di baliknya ada proses persiapan, pendampingan, koordinasi, dan respons terhadap berbagai kebutuhan di lapangan. Wave 4 menjadi momentum bagi kami untuk memastikan seluruh proses berjalan dengan baik sekaligus memberikan pengalaman layanan yang semakin baik bagi pelanggan,” ujar Leandra.
Hingga kini, lebih dari 30 juta pelanggan telah masuk dalam ekosistem New AP2T. Implementasi Wave 4 di Jawa Tengah dan Yogyakarta menjadi bagian dari upaya berkelanjutan PLN Icon Plus dalam memperluas dan mengembangkan sistem digital sesuai skala serta kebutuhan proses bisnis PLN.
Melalui pengembangan teknologi secara berkelanjutan, PLN Icon Plus terus memperkuat ekosistem digital PLN dengan memastikan sistem dapat digunakan secara optimal sekaligus dikembangkan mengikuti kebutuhan bisnis. Upaya tersebut diarahkan untuk mendukung proses pelayanan pelanggan yang semakin terintegrasi. (*)