KONTENSEMARANG.COM – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, meminta kontraktor mempercepat pembangunan kembali talud di jalur Kudus-Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus.
Perbaikan infrastruktur tersebut diharapkan rampung sebelum meningkatnya kunjungan wisata religi dan momentum libur akhir tahun.
Permintaan itu disampaikan Taj Yasin ketika meninjau langsung proses pembangunan talud di Desa Colo, Rabu (4/11/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia juga menghubungi pihak kontraktor untuk meminta penambahan jumlah pekerja agar proses pengerjaan dapat berlangsung lebih cepat.
Pembangunan talud sepanjang 66 meter tersebut dilakukan setelah infrastruktur sebelumnya mengalami longsor pada awal 2026. Untuk menangani kerusakan itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menyiapkan anggaran sekitar Rp8,4 miliar.
Berdasarkan hasil pemantauan hingga awal November 2026, progres pembangunan baru mencapai 46,61 persen.
Taj Yasin meminta kontraktor mengoptimalkan seluruh tahapan pekerjaan karena jalur tersebut memiliki peran penting, baik sebagai akses mobilitas warga maupun penunjang kegiatan ekonomi dan pariwisata di kawasan Colo.
“Kita upayakan supaya akses menuju pariwisatanya bisa berjalan dengan baik,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kawasan Makam Sunan Muria memiliki periode kunjungan wisatawan yang cukup tinggi, khususnya saat bulan Rajab yang biasanya bertepatan dengan masa liburan pondok pesantren.
Kondisi tersebut membuat percepatan pembangunan talud menjadi penting agar akses menuju lokasi wisata religi tetap aman dan nyaman.
Tokoh yang akrab disapa Gus Yasin itu mengungkapkan, pekerjaan tersebut sebelumnya direncanakan selesai pada awal Desember. Namun, ia meminta kontraktor tetap mengupayakan penyelesaian lebih awal agar tidak mendekati batas waktu yang telah ditentukan.
“Kalau batasnya tanggal 25 Desember, kita minta maksimal tanggal 15 harus sudah selesai pengerjaannya,” katanya.
Taj Yasin berharap percepatan pembangunan dapat mengembalikan kondisi jalur Kudus-Colo agar lebih aman dilalui. Dengan begitu, masyarakat maupun peziarah yang datang ke kawasan Makam Sunan Muria dapat beraktivitas tanpa terganggu persoalan infrastruktur.
"Hari ini bulan November, tinggal satu bulan lagi biasanya masyarakat panen (wisatawan)," pungkasnya. (*)