Ia menyampaikan bahwa pemanfaatan teknologi di sektor industri perlu diarahkan tidak hanya untuk menunjang kegiatan operasional, tetapi juga menghasilkan manfaat bagi pertumbuhan dan keberlanjutan bisnis.
“Industri membutuhkan solusi yang mampu menjawab kebutuhan operasional sekaligus memberikan nilai tambah bagi keberlanjutan bisnis. PLN Icon Plus memiliki kapabilitas di bidang digital dan energi hijau yang dapat dikembangkan sesuai kebutuhan dan karakteristik masing-masing industri,” ujar Joice.
Joice menambahkan, pertemuan dengan para pelaku industri menjadi kesempatan untuk menggali kebutuhan sekaligus memahami berbagai kendala yang dihadapi perusahaan. Informasi tersebut dapat menjadi dasar untuk mengembangkan solusi yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan bisnis.
“Bagi kami, dialog dengan pelaku industri menjadi bagian penting untuk memahami kebutuhan secara langsung. Dari sana, kami dapat melihat ruang kolaborasi dan mengembangkan solusi yang lebih tepat sasaran, baik melalui pemanfaatan teknologi digital maupun energi yang lebih berkelanjutan,” kata Joice.
Sementara itu, Senior Manager PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah, Leandra Agung Tri Radi Putra, menilai keikutsertaan dalam simposium tersebut dapat memperkuat komunikasi dengan para pelaku industri.
Forum ini juga memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi kebutuhan sektor hulu migas, khususnya di wilayah kerja regional Jawa Bagian Tengah.
“Setiap industri memiliki kebutuhan yang berbeda. Karena itu, kami perlu memahami tantangan pelanggan secara langsung agar solusi yang ditawarkan PLN Icon Plus dapat memberikan manfaat yang nyata bagi proses bisnis,” ujar Leandra.
Partisipasi dalam Simposium TI Hulu Migas 2026 menjadi bagian dari upaya PLN Icon Plus memperluas kemitraan dengan berbagai sektor industri melalui kapabilitas Smart Connectivity Solutions, Digital & Green Energy.
Melalui pengembangan teknologi digital dan energi hijau, perusahaan berupaya menghadirkan nilai tambah bagi operasional industri sekaligus mendorong penerapan bisnis yang lebih berkelanjutan. (*)