Pemprov Jateng Pastikan Stok Energi Aman, Warga Diminta Tidak Panic Buying

Pemprov Jateng Pastikan Stok Energi Aman, Warga Diminta Tidak Panic Buying
Pemprov Jateng Pastikan Stok Energi Aman, Warga Diminta Tidak Panic Buying

KONTENSEMARANG.COM — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji dalam kondisi aman. 

Masyarakat diimbau tidak melakukan pembelian berlebihan (panic buying) serta tetap menggunakan energi secara bijak dan efisien.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah, Agus Sugiharto, mengatakan masyarakat diharapkan mendukung kebijakan efisiensi energi, baik untuk BBM maupun elpiji.

Upaya penghematan bisa dilakukan melalui langkah sederhana, seperti mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan beralih ke moda transportasi yang lebih hemat energi. 

Saat ini, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi juga tengah mengkaji gerakan penghematan BBM.

“Misalnya, jika jaraknya dekat bisa berjalan kaki atau bersepeda. Selain itu, masyarakat juga bisa menggunakan transportasi umum atau berbagi kendaraan dalam satu rumah untuk aktivitas sehari-hari,” ujarnya saat ditemui di kantornya, Kamis (2/4/2026).

Agus menegaskan, berdasarkan koordinasi dengan Pertamina, stok BBM berbagai jenis seperti Pertalite, Pertamax, Dexlite, Pertadex, hingga Pertamax Turbo, serta LPG di Jawa Tengah dalam kondisi aman.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya di media sosial.

“Masyarakat diharapkan memperoleh informasi resmi dari instansi terkait. Untuk distribusi dan stok BBM maupun LPG, dapat langsung menghubungi pihak Pertamina wilayah Jawa Tengah dan DIY,” pungkasnya.

Selain itu, ia mendorong pemanfaatan teknologi rapat daring untuk mengurangi mobilitas perjalanan dinas yang tidak mendesak.

Menurutnya, penggunaan aplikasi pertemuan virtual dapat membantu menekan konsumsi energi sekaligus meningkatkan efisiensi kerja.

“Rapat bisa dilakukan secara daring untuk efisiensi penggunaan energi, terutama BBM,” imbuhnya.

Terkait elpiji, Agus memastikan stok masih mencukupi sehingga masyarakat tidak perlu khawatir.

Ia menilai panic buying justru berpotensi mengganggu distribusi dan stabilitas pasokan energi.

“Penggunaan LPG tetap normal, namun lebih efisien. Misalnya penggunaan air panas secukupnya, tidak berlebihan, serta menghemat energi dalam aktivitas rumah tangga,” terangnya.

Selain mendorong efisiensi, Pemprov Jateng juga mengembangkan energi terbarukan berbasis limbah, seperti pengolahan sampah plastik melalui pirolisis, limbah organik menjadi bioetanol, serta pemanfaatan kotoran ternak melalui digester untuk menghasilkan biogas.

Langkah ini dinilai dapat mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil sekaligus mengatasi persoalan sampah.

Program Desa Mandiri Energi juga terus diperkuat dengan memanfaatkan potensi lokal, seperti aliran irigasi untuk pembangkit listrik mikrohidro serta limbah industri kecil untuk biogas.

Upaya tersebut diharapkan mampu menekan biaya produksi masyarakat sekaligus meningkatkan kemandirian energi di tingkat desa.

“Dengan kondisi pasokan yang terjaga, masyarakat diimbau tetap tenang, tidak melakukan pembelian berlebihan, serta bersama-sama mendukung upaya penghematan energi demi keberlanjutan,” tandasnya. (*)