“Kami ingin menghasilkan lulusan yang sehat secara utuh, taat hukum, cinta kepada negara, serta mampu menjadi teladan di lingkungan kerja maupun masyarakat,” kata Arista.
Program Studi S1 Hukum UNW mulai menerima mahasiswa pada 2017. Pengembangan bidang tersebut berlanjut dengan dibukanya Program Magister Hukum pada 2025.
Arista menerangkan, mahasiswa program magister berasal dari beragam latar belakang pendidikan, baik hukum maupun nonhukum, termasuk bidang kesehatan.
Keberagaman tersebut diharapkan memperkaya sudut pandang mahasiswa dalam mempelajari dan menyelesaikan persoalan hukum di masyarakat.
Selain memperdalam pemahaman hukum, program ini juga mempersiapkan mahasiswa menghadapi perubahan yang dipicu perkembangan teknologi digital.
Transformasi digital kini memengaruhi berbagai sektor, mulai dari penegakan hukum dan pelayanan kesehatan hingga dunia industri serta ketenagakerjaan.
“Jangan sampai perkembangan digital justru membuat kita kehilangan budaya sehat. Mahasiswa harus mampu beradaptasi dengan teknologi sekaligus menempatkannya secara tepat,” ujarnya.
Ia menambahkan, kemampuan memahami teknologi digital menjadi bekal penting bagi lulusan yang ingin berkarier sebagai pemimpin, praktisi, maupun peneliti. Dalam bidang hukum, misalnya, penguasaan bukti digital semakin diperlukan untuk mendukung proses pembuktian.
Sementara itu, di sektor kesehatan, teknologi telah mengubah pola pemberian layanan medis. Perubahan serupa juga berlangsung di dunia industri dan ketenagakerjaan, sehingga dibutuhkan sumber daya manusia yang mampu menggabungkan pemahaman hukum dengan kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi. (*)