KONTENSEMARANG.COM – Universitas Semarang (USM) berhasil terpilih sebagai salah satu dari 17 perguruan tinggi di Indonesia yang lolos dalam program Hackathon DeepTech 2026 Smart City.
Keikutsertaan tersebut menjadi bagian dari upaya USM memperkuat pengembangan riset, inovasi, dan teknologi yang diarahkan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.
Program Hackathon DeepTech 2026 Smart City mempertemukan perguruan tinggi dari berbagai daerah untuk mengembangkan solusi berbasis teknologi DeepTech atas persoalan nyata di kawasan perkotaan.
Bagi USM, keterlibatan dalam program nasional tersebut menjadi langkah untuk memperkuat ekosistem riset dan inovasi di lingkungan kampus.
Melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) serta Pusat Hilirisasi Teknologi USM, hasil penelitian dan inovasi diarahkan agar tidak berhenti pada publikasi.
Berbagai hasil riset ditargetkan dapat dikembangkan menjadi prototipe, diuji kepada pengguna, dipertemukan dengan pihak industri, hingga memiliki peluang untuk masuk ke tahap hilirisasi.
Dalam Hackathon DeepTech 2026 Smart City, sejumlah persoalan perkotaan menjadi fokus pengembangan solusi. Isu tersebut mencakup bidang ekonomi, lingkungan, kehidupan dan sosial, serta mobilitas dan transportasi.
Pengembangan solusi dapat memanfaatkan berbagai teknologi, seperti Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), Big Data, Geographic Information System (GIS), Computer Vision, Predictive Analytics, serta teknologi DeepTech lainnya. Teknologi tersebut diarahkan untuk menghasilkan solusi yang adaptif, terukur, dan berkelanjutan.
USM memandang keikutsertaan dalam Hackathon tidak hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sebagai bagian dari upaya membangun rantai inovasi yang menghubungkan riset dengan dampak nyata di masyarakat.
Rangkaian program terdiri atas beberapa tahapan, mulai dari seleksi proposal dan penetapan peserta, mentoring dan Focus Group Discussion (FGD), Bootcamp selama tiga hari, pengembangan prototipe, validasi pengguna, pitching, hingga Demo Day.