Ketua Yayasan Alumni Universitas Semarang, Prof. Dr. Kesi Widjajanti, juga menekankan perlunya pengembangan inovasi yang memiliki nilai ekonomi sekaligus peluang untuk dikembangkan secara berkelanjutan.
Dalam FGD, Dr. Rohmini Indah Lestari, ST MM menyampaikan materi mengenai tema dan problem statement Hackathon DeepTech 2026 Smart City. Materi tersebut menjadi acuan bagi peserta dan reviewer dalam memahami persoalan yang akan menjadi fokus pengembangan inovasi.
Selanjutnya, Dr. Tatas Transinata, SPd MPd memaparkan mekanisme serta tahapan pelaksanaan Hackathon, mulai dari proses seleksi hingga Demo Day. Setiap tahapan dirancang secara bertahap agar pengembangan dan evaluasi inovasi dapat dilakukan secara terukur.
Lolosnya USM bersama 16 perguruan tinggi lainnya menjadi momentum bagi universitas untuk memperkuat pengembangan inovasi berbasis teknologi.
Program tersebut diharapkan melahirkan solusi yang mampu menjawab berbagai persoalan perkotaan sekaligus mendukung terwujudnya kota yang cerdas, aman, tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.
Keikutsertaan dalam Hackathon DeepTech 2026 Smart City juga menjadi bagian dari komitmen LPPM USM untuk membawa hasil riset dan inovasi menuju implementasi nyata dengan prinsip Berinovasi dan Berdampak. (*)