Konten Semarang
Pendidikan

USM Lolos Hackathon DeepTech 2026, Jadi Salah Satu dari 17 Kampus di Indonesia

USM lolos Hackathon DeepTech 2026 Smart City bersama 16 perguruan tinggi lain untuk mengembangkan solusi teknologi perkotaan.

USM Lolos Hackathon DeepTech 2026, Jadi Salah Satu dari 17 Kampus di Indonesia
USM Lolos Hackathon DeepTech 2026, Jadi Salah Satu dari 17 Kampus di Indonesia

KONTENSEMARANG.COM – Universitas Semarang (USM) berhasil terpilih sebagai salah satu dari 17 perguruan tinggi di Indonesia yang lolos dalam program Hackathon DeepTech 2026 Smart City.

Keikutsertaan tersebut menjadi bagian dari upaya USM memperkuat pengembangan riset, inovasi, dan teknologi yang diarahkan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.

Program Hackathon DeepTech 2026 Smart City mempertemukan perguruan tinggi dari berbagai daerah untuk mengembangkan solusi berbasis teknologi DeepTech atas persoalan nyata di kawasan perkotaan. 

Bagi USM, keterlibatan dalam program nasional tersebut menjadi langkah untuk memperkuat ekosistem riset dan inovasi di lingkungan kampus.

Melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) serta Pusat Hilirisasi Teknologi USM, hasil penelitian dan inovasi diarahkan agar tidak berhenti pada publikasi.

Berbagai hasil riset ditargetkan dapat dikembangkan menjadi prototipe, diuji kepada pengguna, dipertemukan dengan pihak industri, hingga memiliki peluang untuk masuk ke tahap hilirisasi. 

Baca Juga
Ini Fokus Utama APBD Perubahan Jawa Tengah 2026
Regional • 29 September 2026

Dalam Hackathon DeepTech 2026 Smart City, sejumlah persoalan perkotaan menjadi fokus pengembangan solusi. Isu tersebut mencakup bidang ekonomi, lingkungan, kehidupan dan sosial, serta mobilitas dan transportasi.

Pengembangan solusi dapat memanfaatkan berbagai teknologi, seperti Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), Big Data, Geographic Information System (GIS), Computer Vision, Predictive Analytics, serta teknologi DeepTech lainnya. Teknologi tersebut diarahkan untuk menghasilkan solusi yang adaptif, terukur, dan berkelanjutan. 

USM memandang keikutsertaan dalam Hackathon tidak hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sebagai bagian dari upaya membangun rantai inovasi yang menghubungkan riset dengan dampak nyata di masyarakat.

Baca Juga
Taj Yasin Dorong Digitalisasi Layanan Donor Darah PMI
Regional • 29 September 2026

Rangkaian program terdiri atas beberapa tahapan, mulai dari seleksi proposal dan penetapan peserta, mentoring dan Focus Group Discussion (FGD), Bootcamp selama tiga hari, pengembangan prototipe, validasi pengguna, pitching, hingga Demo Day.

Setelah melewati tahapan pengembangan dan evaluasi, inovasi yang dinilai potensial akan diarahkan ke tahap industry matching, pilot project, dan hilirisasi. 

Sebagai bagian dari persiapan, USM melalui LPPM juga menggelar FGD Reviewer dan Pakar USM Hackathon DeepTech Smart City 2026.

Forum tersebut membahas sejumlah aspek, mulai dari tema, problem statement, mekanisme seleksi, indikator penilaian, pengembangan prototipe, hingga strategi hilirisasi inovasi.

FGD melibatkan Dewan Pengarah, Tim Reviewer, dan Tim Pakar yang memiliki keahlian di bidang kebijakan, bisnis dan ekonomi, lingkungan, transportasi, teknologi informasi, serta Smart City. 

Dewan Pengarah terdiri atas Dr Supari ST MT, Prof. Haslina, Dr. Abdul Kharim, dan Dr. April Firman Danu. 

Sementara Tim Pakar melibatkan Prof. ATM di bidang kebijakan nasional, Prof. Kesi Widjajanti pada bidang bisnis dan ekonomi, Dr. Safrinal dari DLH Kota Semarang untuk bidang lingkungan, Bapak Danang dari Dishub Kota Semarang pada bidang mobilitas dan transportasi, serta Bapak Yudi sebagai pakar Smart City.

Adapun Tim Reviewer terdiri atas Prof Haslina, Dr Abdul Kharim, Dr. April Firman, Prof Mudjiastuti, Prof Hardani, Prof Rohadi, Prof Rini, Dr. Erwin, dan Dr. Tatas.

Keterlibatan para pakar dan reviewer diharapkan dapat memastikan inovasi yang dihasilkan tidak hanya memiliki unsur kebaruan teknologi, tetapi juga sesuai kebutuhan pengguna dan mempunyai peluang penerapan serta pengembangan melalui kerja sama dengan pemerintah maupun industri. 

Ketua LPPM USM, Prof. Dr. Ir. Mudjiastuti Handajani, M.T., dalam laporan kegiatan menekankan pentingnya menjadikan Hackathon DeepTech sebagai bagian dari penguatan ekosistem inovasi di USM.

Sementara itu, Wakil Rektor III USM Bidang Kerja Sama dan Hilirisasi menyoroti pentingnya membangun konektivitas antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan industri agar inovasi yang dihasilkan memiliki jalur implementasi yang jelas.

Ketua Yayasan Alumni Universitas Semarang, Prof. Dr. Kesi Widjajanti, juga menekankan perlunya pengembangan inovasi yang memiliki nilai ekonomi sekaligus peluang untuk dikembangkan secara berkelanjutan. 

Dalam FGD, Dr. Rohmini Indah Lestari, ST MM menyampaikan materi mengenai tema dan problem statement Hackathon DeepTech 2026 Smart City. Materi tersebut menjadi acuan bagi peserta dan reviewer dalam memahami persoalan yang akan menjadi fokus pengembangan inovasi.

Selanjutnya, Dr. Tatas Transinata, SPd MPd memaparkan mekanisme serta tahapan pelaksanaan Hackathon, mulai dari proses seleksi hingga Demo Day. Setiap tahapan dirancang secara bertahap agar pengembangan dan evaluasi inovasi dapat dilakukan secara terukur. 

Lolosnya USM bersama 16 perguruan tinggi lainnya menjadi momentum bagi universitas untuk memperkuat pengembangan inovasi berbasis teknologi.

Program tersebut diharapkan melahirkan solusi yang mampu menjawab berbagai persoalan perkotaan sekaligus mendukung terwujudnya kota yang cerdas, aman, tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.

Keikutsertaan dalam Hackathon DeepTech 2026 Smart City juga menjadi bagian dari komitmen LPPM USM untuk membawa hasil riset dan inovasi menuju implementasi nyata dengan prinsip Berinovasi dan Berdampak. (*)

Baca Juga Otomatis

Rekomendasi berdasarkan kategori dan tag berita ini.

Menampilkan semua halaman artikel.

Artikel Selanjutnya

USM Gandeng Pakar dan Reviewer Matangkan Hackathon DeepTech 2026 Smart City
Pendidikan • 29 September 2026

USM Gandeng Pakar dan Reviewer Matangkan Hackathon DeepTech 2026 Smart City

Rekomendasi Redaksi