Setelah melewati tahapan pengembangan dan evaluasi, inovasi yang dinilai potensial akan diarahkan ke tahap industry matching, pilot project, dan hilirisasi.
Sebagai bagian dari persiapan, USM melalui LPPM juga menggelar FGD Reviewer dan Pakar USM Hackathon DeepTech Smart City 2026.
Forum tersebut membahas sejumlah aspek, mulai dari tema, problem statement, mekanisme seleksi, indikator penilaian, pengembangan prototipe, hingga strategi hilirisasi inovasi.
FGD melibatkan Dewan Pengarah, Tim Reviewer, dan Tim Pakar yang memiliki keahlian di bidang kebijakan, bisnis dan ekonomi, lingkungan, transportasi, teknologi informasi, serta Smart City.
Dewan Pengarah terdiri atas Dr Supari ST MT, Prof. Haslina, Dr. Abdul Kharim, dan Dr. April Firman Danu.
Sementara Tim Pakar melibatkan Prof. ATM di bidang kebijakan nasional, Prof. Kesi Widjajanti pada bidang bisnis dan ekonomi, Dr. Safrinal dari DLH Kota Semarang untuk bidang lingkungan, Bapak Danang dari Dishub Kota Semarang pada bidang mobilitas dan transportasi, serta Bapak Yudi sebagai pakar Smart City.
Adapun Tim Reviewer terdiri atas Prof Haslina, Dr Abdul Kharim, Dr. April Firman, Prof Mudjiastuti, Prof Hardani, Prof Rohadi, Prof Rini, Dr. Erwin, dan Dr. Tatas.
Keterlibatan para pakar dan reviewer diharapkan dapat memastikan inovasi yang dihasilkan tidak hanya memiliki unsur kebaruan teknologi, tetapi juga sesuai kebutuhan pengguna dan mempunyai peluang penerapan serta pengembangan melalui kerja sama dengan pemerintah maupun industri.
Ketua LPPM USM, Prof. Dr. Ir. Mudjiastuti Handajani, M.T., dalam laporan kegiatan menekankan pentingnya menjadikan Hackathon DeepTech sebagai bagian dari penguatan ekosistem inovasi di USM.
Sementara itu, Wakil Rektor III USM Bidang Kerja Sama dan Hilirisasi menyoroti pentingnya membangun konektivitas antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan industri agar inovasi yang dihasilkan memiliki jalur implementasi yang jelas.