Konten Semarang
Regional

Ahmad Luthfi Apresiasi 2.347 Pendonor Darah Sukarela di Jateng

Gubernur Ahmad Luthfi mengapresiasi 2.347 pendonor darah sukarela di Jawa Tengah sebagai wujud kepedulian sosial dan kemanusiaan bagi warga.

Gubernur Ahmad Luthfi mengapresiasi 2.347 pendonor darah sukarela di Jawa Tengah sebagai wujud kepedulian sosial dan kemanusiaan bagi warga.
Gubernur Ahmad Luthfi mengapresiasi 2.347 pendonor darah sukarela di Jawa Tengah sebagai wujud kepedulian sosial dan kemanusiaan bagi warga.

KONTENSEMARANG.COM — Sebanyak 2.347 pendonor darah sukarela menerima penghargaan dalam kegiatan Temu Donor Darah Sukarela 2026 yang digelar di Balairung Astina, UTC Convention Hotel, Kota Semarang, Selasa, 29 September 2026.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, kegiatan mendonorkan darah untuk membantu orang lain merupakan salah satu bentuk kepedulian sosial. Selain memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan, donor darah juga dinilainya sebagai bentuk amal.

“Bagi siapapun yang memberikan darah kepada yang membutuhkan. Ini merupakan suatu bentuk perwujudan amal, charity, yang diberikan dengan tulus,” kata Luthfi saat acara Temu Donor Darah Sukarela 2026, di Balairung Astina, UTC Convention Hotel, Kota Semarang, Selasa, 29 September 2026.

Menurut Luthfi, konsistensi masyarakat dalam mendonorkan darah juga mencerminkan kuatnya nilai kemanusiaan dalam mendukung kesehatan masyarakat di Jawa Tengah.

Ia menilai, misi sosial yang dijalankan para pendonor tidak hanya berhenti pada proses mendonorkan darah. Manfaat dari tindakan tersebut juga dirasakan oleh keluarga maupun masyarakat yang membutuhkan bantuan.

Luthfi berharap semangat kepedulian yang telah ditunjukkan para pendonor dapat terus berkembang sekaligus menular kepada masyarakat lainnya.

Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan ucapan selamat dan terima kasih kepada masyarakat yang secara konsisten telah mendonorkan darah hingga mencapai 50 maupun 75 kali.

Pada kegiatan tersebut, penghargaan pendonor darah sukarela diberikan kepada 2.347 orang. Jumlah itu terdiri atas 1.742 pendonor yang telah mendonorkan darah sebanyak 50 kali serta 605 orang yang telah mencapai 75 kali donor.

Selain memberikan apresiasi, Luthfi juga menyoroti pentingnya pembenahan pendataan terhadap masyarakat yang secara sukarela mendonorkan darahnya.

Ia meminta agar data para pendonor diperbaiki dan diverifikasi sehingga tidak ada masyarakat yang sudah berulang kali melakukan donor darah tetapi belum seluruh riwayat donornya tercatat.

Permintaan tersebut disampaikan setelah Luthfi menerima masukan dari seorang pendonor asal Purworejo yang telah mendonorkan darah lebih dari 130 kali sejak tahun 1980.

Meski telah melakukan donor lebih dari seratus kali, jumlah tersebut diketahui belum seluruhnya masuk dalam pencatatan data.

“Tidak boleh sampai ada masyarakat yang melakukan donor terlewatkan datanya, meskipun itu sukarela,” kata Luthfi.

Perbaikan pendataan tersebut dinilai penting agar aktivitas para pendonor yang telah berulang kali menyumbangkan darah dapat tercatat secara benar.

Sementara itu, terkait kebutuhan darah di Jawa Tengah, hingga Juni 2026 produksi seluruh Unit Donor Darah (UDD) PMI di Jawa Tengah tercatat sekitar 17 ribu kantong darah setiap bulan.

Pada periode tersebut, ketersediaan darah dinyatakan masih mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Darah yang telah disumbangkan oleh para pendonor selanjutnya dikelola melalui Unit Donor Darah untuk memenuhi kebutuhan pasien yang memerlukan transfusi.

Melalui kegiatan tersebut, PMI Jateng bersama para pendonor terus berperan dalam memastikan ketersediaan darah bagi masyarakat yang membutuhkan, sementara pemerintah mendorong agar pendataan pendonor dilakukan secara lebih baik dan terverifikasi. (*)

Baca Juga Otomatis

Rekomendasi berdasarkan kategori dan tag berita ini.

Menampilkan semua halaman artikel.

Artikel Selanjutnya

HUT ke-81 KAI, Stasiun Tawang Semarang Hadirkan Expo UMKM dan Pentas Budaya
Regional • 29 September 2026

HUT ke-81 KAI, Stasiun Tawang Semarang Hadirkan Expo UMKM dan Pentas Budaya

Rekomendasi Redaksi