Konten Semarang
Regional

Ahmad Luthfi Apresiasi 2.347 Pendonor Darah Sukarela di Jateng

Gubernur Ahmad Luthfi mengapresiasi 2.347 pendonor darah sukarela di Jawa Tengah sebagai wujud kepedulian sosial dan kemanusiaan bagi warga.

Gubernur Ahmad Luthfi mengapresiasi 2.347 pendonor darah sukarela di Jawa Tengah sebagai wujud kepedulian sosial dan kemanusiaan bagi warga.
Gubernur Ahmad Luthfi mengapresiasi 2.347 pendonor darah sukarela di Jawa Tengah sebagai wujud kepedulian sosial dan kemanusiaan bagi warga.

Permintaan tersebut disampaikan setelah Luthfi menerima masukan dari seorang pendonor asal Purworejo yang telah mendonorkan darah lebih dari 130 kali sejak tahun 1980.

Meski telah melakukan donor lebih dari seratus kali, jumlah tersebut diketahui belum seluruhnya masuk dalam pencatatan data.

“Tidak boleh sampai ada masyarakat yang melakukan donor terlewatkan datanya, meskipun itu sukarela,” kata Luthfi.

Perbaikan pendataan tersebut dinilai penting agar aktivitas para pendonor yang telah berulang kali menyumbangkan darah dapat tercatat secara benar.

Sementara itu, terkait kebutuhan darah di Jawa Tengah, hingga Juni 2026 produksi seluruh Unit Donor Darah (UDD) PMI di Jawa Tengah tercatat sekitar 17 ribu kantong darah setiap bulan.

Pada periode tersebut, ketersediaan darah dinyatakan masih mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Darah yang telah disumbangkan oleh para pendonor selanjutnya dikelola melalui Unit Donor Darah untuk memenuhi kebutuhan pasien yang memerlukan transfusi.

Melalui kegiatan tersebut, PMI Jateng bersama para pendonor terus berperan dalam memastikan ketersediaan darah bagi masyarakat yang membutuhkan, sementara pemerintah mendorong agar pendataan pendonor dilakukan secara lebih baik dan terverifikasi. (*)

Baca Juga Otomatis

Rekomendasi berdasarkan kategori dan tag berita ini.

Halaman 2 dari 2

Artikel Selanjutnya

HUT ke-81 KAI, Stasiun Tawang Semarang Hadirkan Expo UMKM dan Pentas Budaya
Regional • 29 September 2026

HUT ke-81 KAI, Stasiun Tawang Semarang Hadirkan Expo UMKM dan Pentas Budaya

Rekomendasi Redaksi