Konten Semarang
Regional

Hybrid Seawall Rp10 Miliar di Demak, Taj Yasin Kawal Proyek

Hybrid seawall Rp10 miliar di Demak ditinjau Taj Yasin. Tanggul 930 meter itu diharapkan mengurangi rob dan abrasi, serta melindungi tambak.

Taj Yasin Tinjau Hybrid Seawall Rp10 Miliar di Demak
Taj Yasin Tinjau Hybrid Seawall Rp10 Miliar di Demak

KONTENSEMARANG.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mengawal pembangunan hybrid seawall atau tanggul pantai di Desa Surodadi, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Infrastruktur senilai Rp10 miliar yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Tengah 2026 tersebut diharapkan mampu mengurangi dampak banjir rob dan abrasi sekaligus mendukung pemulihan aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen meninjau langsung pelaksanaan pembangunan tanggul tersebut pada Selasa (27/10/2026). Kunjungan dilakukan untuk memastikan pekerjaan berjalan lancar dan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang selama bertahun-tahun menghadapi persoalan rob, abrasi, serta sedimentasi di kawasan pesisir.

Menurut Taj Yasin, pembangunan infrastruktur perlindungan pantai harus memberikan dampak nyata terhadap kehidupan masyarakat, terutama warga yang menggantungkan penghidupan pada kegiatan budidaya perikanan.

Selama ini, persoalan rob dan abrasi telah memengaruhi kondisi lingkungan sekaligus menghambat aktivitas ekonomi warga, termasuk pengelolaan lahan tambak.

Karena itu, pembangunan tanggul pantai diharapkan dapat membantu mengurangi dampak persoalan tersebut sehingga masyarakat memiliki peluang untuk kembali mengembangkan usaha tambak.

Taj Yasin juga menyampaikan apresiasi terhadap respons positif masyarakat Desa Surodadi atas pelaksanaan proyek tersebut.

Hybrid Seawall Dipadukan dengan Perlindungan Mangrove

Pembangunan tanggul pantai di Desa Surodadi menggunakan konsep hybrid seawall yang menggabungkan struktur buatan dengan dukungan perlindungan alami kawasan pesisir.

Konsep tersebut tidak hanya mengandalkan konstruksi beton sebagai pelindung pantai, tetapi juga mendukung pertumbuhan tanaman mangrove.

Keberadaan mangrove menjadi bagian dari pendekatan perlindungan lingkungan yang diterapkan dalam pembangunan tersebut.

Dengan memadukan konstruksi tanggul dan vegetasi pesisir, proyek ini diharapkan dapat membantu mengurangi dampak abrasi maupun banjir rob yang selama ini dihadapi masyarakat.

Bagi warga Desa Surodadi, keberadaan infrastruktur pelindung pantai memiliki arti penting karena kondisi kawasan yang terdampak abrasi telah memengaruhi kehidupan serta kegiatan ekonomi mereka.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berharap pembangunan tersebut dapat mendukung pemulihan kawasan sekaligus membuka kembali peluang pengelolaan tambak masyarakat.

Pembangunan Tanggul Ditargetkan Sepanjang 930 Meter

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, menjelaskan bahwa proyek tanggul pantai di Desa Surodadi memiliki target penanganan sepanjang 930 meter.

Dari total panjang tersebut, bangunan utama direncanakan sepanjang 720 meter.

Sementara itu, struktur groin atau pemecah gelombang memiliki panjang 210 meter.

Pembangunan hybrid seawall di Desa Surodadi dilaksanakan melalui dua paket pekerjaan dengan pembagian konstruksi pada masing-masing paket.

Berdasarkan rincian yang disampaikan, setiap paket mencakup pembangunan struktur utama sepanjang 362 meter dan groin sepanjang 105 meter.

Secara keseluruhan, pembangunan tanggul tersebut menggunakan sekitar 8.500 buah buis beton sebagai material konstruksi.

Proyek ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk memperkuat perlindungan kawasan pantai yang terdampak abrasi dan banjir rob.

Progres Pembangunan Sudah Melampaui 50 Persen

Henggar memaparkan perkembangan pengerjaan kedua paket pembangunan berdasarkan laporan per 25 Oktober 2026.

Untuk Paket I, progres pekerjaan tercatat mencapai 56,212 persen.

Sementara itu, pelaksanaan Paket II telah mencapai 65,822 persen.

Kedua paket tersebut memiliki masa pelaksanaan selama 175 hari, terhitung mulai 5 Juni hingga 26 November 2026.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus melakukan pemantauan terhadap pekerjaan di lapangan agar pelaksanaan proyek berjalan sesuai rencana.

Peninjauan yang dilakukan Taj Yasin menjadi bagian dari pengawasan pemerintah terhadap infrastruktur yang diharapkan mampu membantu masyarakat menghadapi persoalan pesisir.

Dengan perkembangan pekerjaan yang telah melampaui separuh target pada kedua paket, pembangunan tanggul pantai diharapkan dapat terus berjalan hingga seluruh pekerjaan selesai sesuai jadwal.

Program Mageri Segoro Dukung Perlindungan Kawasan Pesisir

Selain membangun tanggul pantai, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga menjalankan berbagai upaya perlindungan lingkungan pesisir melalui program penanaman mangrove.

Salah satu program tersebut adalah Mageri Segoro yang dilaksanakan di sejumlah kawasan pantai Jawa Tengah.

Sepanjang 2025, program Mageri Segoro mencatat penanaman sekitar 2,34 juta batang mangrove.

Penanaman tersebut dilakukan pada lahan seluas 257 hektare yang tersebar di kawasan pesisir Jawa Tengah.

Program penghijauan tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah dalam mendukung perlindungan ekosistem pantai.

Upaya penanaman mangrove juga berkaitan dengan konsep pembangunan hybrid seawall di Desa Surodadi yang menggabungkan perlindungan melalui konstruksi buatan dan vegetasi alami.

Melalui berbagai kegiatan tersebut, Pemprov Jawa Tengah berupaya mengurangi dampak persoalan lingkungan yang dihadapi masyarakat pesisir.

Warga Surodadi Mulai Rasakan Manfaat Pembangunan Tanggul

Kepala Desa Surodadi, Supriyanto, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah atas pembangunan tanggul pantai di wilayahnya.

Menurutnya, masyarakat Desa Surodadi telah menghadapi dampak abrasi selama bertahun-tahun.

Kondisi tersebut tidak hanya memengaruhi kawasan tambak, tetapi juga berdampak terhadap wilayah yang dihuni dan dimanfaatkan masyarakat.

Sebelum adanya penanganan melalui pembangunan tanggul, air kerap masuk ke kawasan yang digunakan warga untuk beraktivitas.

Supriyanto mengatakan, keberadaan struktur perlindungan pantai yang sedang dibangun mulai memberikan manfaat dan harapan bagi masyarakat.

Warga berharap pembangunan tersebut dapat membantu meningkatkan keamanan kawasan dari ancaman abrasi.

“Dengan adanya kegiatan hybrid seawall ini, insyaallah masyarakat bisa lebih aman dari abrasi. Program ini sangat membantu meringankan penderitaan masyarakat kami yang selama bertahun-tahun terdampak abrasi,” ujarnya.

Menurut Supriyanto, pembangunan tanggul merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap persoalan yang telah lama dihadapi masyarakat di Desa Surodadi.

Warga Berharap Pembangunan Dilanjutkan 1,5 Kilometer

Meski mengapresiasi pelaksanaan proyek, Supriyanto berharap pembangunan perlindungan pantai dapat dilanjutkan hingga menjangkau wilayah lain yang masih terdampak.

Ia menjelaskan bahwa pembangunan tahap pertama baru mencakup sekitar 900 meter kawasan pantai.

Sementara itu, wilayah ke arah timur masih membutuhkan penanganan sepanjang kurang lebih 1,5 kilometer.

Menurutnya, apabila pembangunan dapat dilanjutkan hingga seluruh kawasan yang membutuhkan perlindungan tersambung, manfaatnya diperkirakan akan semakin luas.

Tidak hanya warga Desa Surodadi, masyarakat di wilayah pesisir sekitar juga diharapkan dapat merasakan manfaat infrastruktur tersebut.

Supriyanto menilai keberlanjutan pembangunan penting karena persoalan abrasi tidak hanya berdampak pada satu kelompok masyarakat.

Warga yang tidak memiliki tambak juga merasakan dampak perubahan kondisi lingkungan pesisir.

Karena itu, pembangunan tanggul diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memperbaiki kondisi wilayah sekaligus mendukung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.

Hybrid Seawall Diharapkan Bantu Pemulihan Tambak

Bagi masyarakat Desa Surodadi, pembangunan tanggul pantai memiliki hubungan erat dengan kegiatan ekonomi yang selama ini bergantung pada kawasan pesisir.

Abrasi, banjir rob, dan sedimentasi telah menjadi persoalan yang menghambat pengelolaan tambak.

Melalui pembangunan hybrid seawall, masyarakat berharap kondisi kawasan dapat berangsur membaik sehingga aktivitas budidaya perikanan memiliki peluang untuk kembali dikembangkan.

Perlindungan tambak dari rob dan abrasi menjadi salah satu manfaat yang diharapkan dari pembangunan infrastruktur tersebut.

Supriyanto menjelaskan bahwa pemerintah telah melakukan sosialisasi program kepada masyarakat.

Sosialisasi tidak hanya menyasar warga yang mempunyai lahan atau tambak di sekitar lokasi pembangunan, tetapi juga masyarakat yang tidak memiliki tambak.

Menurutnya, persoalan abrasi memiliki dampak luas terhadap kehidupan warga sehingga penanganannya menjadi kepentingan bersama.

Pembangunan tanggul pantai dipandang sebagai upaya pemerintah untuk membantu mengurangi beban masyarakat akibat bencana pesisir yang berlangsung selama bertahun-tahun.

Pemprov Jateng Kawal Perlindungan Pesisir Demak

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berharap pembangunan hybrid seawall di Desa Surodadi dapat memberikan manfaat bagi lingkungan dan kehidupan ekonomi warga.

Dengan anggaran Rp10 miliar dari APBD 2026, proyek tersebut ditargetkan menangani kawasan pantai sepanjang 930 meter melalui pembangunan struktur utama dan pemecah gelombang.

Pelaksanaan dua paket pekerjaan terus dipantau, dengan progres masing-masing mencapai 56,212 persen dan 65,822 persen berdasarkan laporan per 25 Oktober 2026.

Taj Yasin menekankan pentingnya memastikan infrastruktur tersebut memberikan manfaat nyata kepada masyarakat yang terdampak abrasi dan banjir rob.

Sementara itu, warga berharap pembangunan dapat berlanjut ke wilayah timur yang masih membutuhkan perlindungan sekitar 1,5 kilometer.

Melalui pembangunan tanggul yang dipadukan dengan dukungan vegetasi mangrove, Pemprov Jawa Tengah berupaya memperkuat perlindungan pesisir Demak.

Langkah tersebut juga melengkapi upaya penghijauan melalui program Mageri Segoro yang telah menanam jutaan batang mangrove di kawasan pesisir Jawa Tengah.

Pembangunan hybrid seawall diharapkan dapat membantu mengurangi dampak abrasi dan rob, sekaligus membuka peluang pemulihan lingkungan serta kegiatan ekonomi masyarakat yang bergantung pada kawasan tambak. (*)

Baca Juga Otomatis

Rekomendasi berdasarkan kategori dan tag berita ini.

Menampilkan semua halaman artikel.

Artikel Selanjutnya

Taj Yasin Minta Pemuda Jadi Garda Terdepan Hadapi Bencana
Regional • 28 Oktober 2026

Hari Sumpah Pemuda ke-98, Taj Yasin Dorong Aksi Peduli Lingkungan

Rekomendasi Redaksi