Bagi warga Desa Surodadi, keberadaan infrastruktur pelindung pantai memiliki arti penting karena kondisi kawasan yang terdampak abrasi telah memengaruhi kehidupan serta kegiatan ekonomi mereka.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berharap pembangunan tersebut dapat mendukung pemulihan kawasan sekaligus membuka kembali peluang pengelolaan tambak masyarakat.
Pembangunan Tanggul Ditargetkan Sepanjang 930 Meter
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, menjelaskan bahwa proyek tanggul pantai di Desa Surodadi memiliki target penanganan sepanjang 930 meter.
Dari total panjang tersebut, bangunan utama direncanakan sepanjang 720 meter.
Sementara itu, struktur groin atau pemecah gelombang memiliki panjang 210 meter.
Pembangunan hybrid seawall di Desa Surodadi dilaksanakan melalui dua paket pekerjaan dengan pembagian konstruksi pada masing-masing paket.
Berdasarkan rincian yang disampaikan, setiap paket mencakup pembangunan struktur utama sepanjang 362 meter dan groin sepanjang 105 meter.
Secara keseluruhan, pembangunan tanggul tersebut menggunakan sekitar 8.500 buah buis beton sebagai material konstruksi.
Proyek ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk memperkuat perlindungan kawasan pantai yang terdampak abrasi dan banjir rob.
Progres Pembangunan Sudah Melampaui 50 Persen
Henggar memaparkan perkembangan pengerjaan kedua paket pembangunan berdasarkan laporan per 25 Oktober 2026.