Upaya memperkuat distribusi ikan segar Jawa Tengah dinilai penting karena provinsi tersebut sebenarnya mempunyai potensi produksi perikanan yang besar.
Produksi ikan budidaya di Jawa Tengah disebut mendekati 500 ribu ton. Sementara hasil tangkapan ikan juga berada pada kisaran 500 ribu ton.
Di sisi lain, tingkat konsumsi ikan masyarakat Jawa Tengah baru sekitar 400 ribu ton.
“Produksi kita sebenarnya bisa memenuhi. Kita konsumsinya baru 400 ribu ton. Banyak yang keluar, karena dari Jawa Tengah banyak yang diekspor, ada ke Jepang, ada ke Eropa,” katanya.
Sejumlah komoditas ikan seperti nila juga masih banyak dipasarkan ke luar daerah maupun diekspor ke luar negeri.
Kondisi tersebut terjadi meski penyerapan ikan untuk konsumsi masyarakat di daerah penghasilnya sendiri belum seluruhnya optimal.
Atas kondisi itu, Pemprov Jawa Tengah akan terus mendorong berbagai langkah untuk meningkatkan konsumsi ikan masyarakat.
Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah menjadikan program pemerintah sebagai pintu masuk untuk mengubah pola konsumsi masyarakat.
Sumarno menyebut penyediaan makanan dalam berbagai kegiatan pemerintahan dapat dimanfaatkan untuk mendorong masyarakat lebih banyak mengonsumsi ikan.
Selain itu, program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai dapat menjadi instrumen strategis untuk memperluas konsumsi ikan.