Data produksi tersebut menjadi bagian dari perhatian pemerintah dalam menjaga produktivitas sektor pertanian sekaligus memastikan pengendalian bahan pangan dilakukan secara menyeluruh.
Melalui penyesuaian pola tanam dan pemberian bantuan sarana pertanian, pemerintah berupaya menjaga produktivitas di tengah potensi dampak kekeringan akibat El Nino.
Upaya tersebut berjalan bersamaan dengan intervensi harga di tingkat masyarakat melalui kegiatan pangan murah.
Pedagang Nasi Goreng Terbantu Harga Cabai Lebih Murah
Pelaksanaan Gerakan pangan murah di Kabupaten Semarang 2026 mendapat respons positif dari masyarakat, terutama pelaku usaha makanan yang membutuhkan bahan pokok dalam jumlah cukup besar.
Salah seorang pedagang nasi goreng bernama Joko mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan tersebut.
Menurutnya, kenaikan harga sejumlah bahan pangan dalam beberapa waktu terakhir turut memengaruhi omzet usaha nasi goreng yang dijalankannya.
Joko mengungkapkan, selama dua minggu terakhir dirinya mengalami kesulitan akibat tingginya harga cabai.
Komoditas tersebut menjadi salah satu kebutuhan utama untuk membuat sambal yang digunakan dalam usaha kulinernya.
Melalui kegiatan pangan murah, Joko mendapatkan cabai dengan harga yang lebih rendah dibandingkan harga pembelian terakhirnya di pasaran.
"Ini baru beli cabai 3kg. Harga cabai di pasaran terakhir beli Rp65 ribu, di sini dapat Rp45 ribu. Biasanya untuk buat sambal saya butuh 5kg untuk satu minggu. Sangat membantu sekali," ujarnya.