Luthfi berharap masyarakat semakin memahami dampak yang dapat ditimbulkan dari aktivitas yang berpotensi memicu munculnya api.
Ia juga menilai warga setempat memiliki pengetahuan mengenai kondisi lingkungan dan karakteristik wilayah yang dapat mendukung upaya pencegahan bencana.
"Keterlibatan masyarakat itu paling utama, karena punya kearifan lokal dalam rangka menjaga wilayah,” kata dia.
Menurutnya, pengetahuan masyarakat terhadap lingkungan sekitar merupakan bagian penting yang perlu dilibatkan dalam upaya menjaga kawasan Gunung Lawu.
Penyebab Kebakaran Gunung Lawu Masih Diselidiki
Terkait penyebab kebakaran, Ahmad Luthfi menyampaikan bahwa proses penyelidikan masih dilakukan oleh kepolisian.
Hingga peninjauan berlangsung, penyebab pasti kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Lawu belum disampaikan.
Di tengah proses penyelidikan tersebut, pemerintah tetap memprioritaskan penanganan titik api yang tersisa serta langkah pencegahan agar kebakaran tidak kembali meluas.
Petugas dan relawan diminta terus melakukan pemantauan dari pos masing-masing, sedangkan pemadaman tambahan melalui helikopter BNPB dipersiapkan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca.
Luthfi juga mendorong keterlibatan berbagai unsur pemerintah dan masyarakat dalam penguatan mitigasi kebakaran, termasuk melalui rencana penyediaan embung, tandon, dan saluran air.
Dengan 34 kali operasi water bombing yang telah mengerahkan total 68 ribu liter air, penanganan kebakaran Gunung Lawu kini difokuskan pada satu titik api di atas Desa Gondosuli.