Santri memiliki kesempatan untuk berkontribusi dalam berbagai sektor kehidupan, baik melalui kegiatan kemasyarakatan, pemerintahan, maupun ruang publik lainnya.
Karena itu, kehadiran Taj Yasin dalam forum tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran kepada peserta mengenai pengalaman seorang tokoh berlatar belakang pesantren yang menjalankan tanggung jawab dalam pemerintahan.
Taj Yasin Tekankan Pemimpin Harus Mampu Menjaga Persatuan
Dalam pemaparannya, Taj Yasin mengajak generasi muda memahami pentingnya persatuan sebagai salah satu prinsip dasar kepemimpinan.
Ia mengaitkan pesan tersebut dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 yang berlangsung pada hari yang sama.
Menurut Taj Yasin, tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini berbeda dengan situasi perjuangan pemuda pada 1928.
Pada masa tersebut, semangat persatuan menjadi bagian dari perjuangan bangsa untuk menghadapi penjajahan.
Sementara itu, generasi sekarang menghadapi tantangan untuk mempertahankan kebersamaan di tengah perbedaan pendapat, latar belakang masyarakat, dan perkembangan zaman.
Karena itu, seorang pemimpin harus memiliki kemampuan menyatukan berbagai kelompok tanpa harus menghilangkan perbedaan yang ada.
"Di dalam kepemimpinan kita dituntut untuk menjadi pemersatu ketika kita sudah menjadi pemimpin," ujar Taj Yasin.
Ia menegaskan bahwa menjadi pemimpin bukan berarti harus membuat seluruh masyarakat memiliki pandangan atau pemikiran yang sama.