Melalui gerakan tersebut, Taj Yasin berharap pondok pesantren mampu menjadi pelopor penerapan budaya bersih di tengah masyarakat.
Kebiasaan menjaga lingkungan yang ditanamkan sejak berada di pesantren diharapkan terus diterapkan oleh para santri ketika beraktivitas di luar lingkungan pendidikan.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Tengah, Saiful Mujab, menyampaikan bahwa kegiatan roan digelar di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Tengah.
Pemusatan kegiatan tingkat provinsi dilakukan di Kabupaten Pemalang, sementara pelaksanaan di daerah dikoordinasikan bersama pemerintah kabupaten/kota untuk menentukan pesantren yang menjadi lokasi kegiatan.
Selain kerja bakti, rangkaian kegiatan di Pondok Pesantren Roudhotul Mubtadiin juga mencakup penyerahan bantuan bagi pesantren dan masyarakat.
Warga serta peserta kegiatan turut mendapatkan akses layanan kesehatan berupa Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan layanan Dokter Spesialis Keliling (Speling).
Kegiatan ini juga memberikan pengalaman berkesan bagi para santri yang terlibat. Salah satunya Muhammad Anugerah Vito, yang menerima peci secara langsung dari Taj Yasin. Ia mengaku gembira dapat berpartisipasi dalam kegiatan roan bersama Wakil Gubernur Jawa Tengah tersebut.
Menyambut Hari Santri Nasional 2026, Vito berharap momentum ini dapat mendorong para santri untuk melakukan introspeksi dan terus memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih baik.
"Semoga bisa merubah diri kita yang menjadi lebih baik lagi ke depannya," pungkasnya.
Pada kesempatan yang sama, Taj Yasin turut menyerahkan bantuan rehabilitasi untuk Pondok Pesantren Raudhatul Mubtadi'in di Kabupaten Pemalang senilai Rp20 juta.