Saat ini terdapat 13 unit tangki yang berasal dari DLH, PDAM, BPBD, DPU, dan Disperkim. Bantuan suplai air juga diberikan PMI serta sumber air ASB di kawasan TPA Jatibarang melalui penggunaan pompa portabel.
“Semua bergerak bersama. Damkar menangani pengendalian api, sementara perangkat daerah dan unsur pendukung memperkuat kebutuhan air dan dukungan teknis di lapangan. Target kita jelas: api terkendali, tidak meluas, seluruh titik api ditemukan, dan dilakukan pendinginan sampai benar-benar aman,” tegas Agustina.
Selain proses pemadaman, pemantauan kualitas udara juga terus dilakukan di sejumlah wilayah yang berpotensi terdampak asap. Data dari pemantauan tersebut digunakan sebagai pertimbangan dalam menentukan langkah perlindungan bagi masyarakat.
Agustina mengimbau warga tetap tenang dan memperoleh informasi mengenai perkembangan kualitas udara melalui sumber resmi pemerintah.
“Kami meminta masyarakat tetap tenang, tetapi jangan mengabaikan paparan asap. Pemerintah daerah sedang menangani sumbernya sekaligus memantau dampaknya. Informasi mengenai kondisi udara akan terus kita perbarui berdasarkan hasil pemantauan di lapangan,” katanya.
Mengenai penyebab kebakaran, Agustina meminta masyarakat menunggu hasil pemeriksaan dan tidak membuat dugaan sendiri. Berdasarkan informasi sementara dari Kepala TPA Jatibarang, penyebab kejadian masih dalam proses pemeriksaan.
Sementara itu, keberadaan gas metana di dalam timbunan menjadi salah satu kondisi teknis yang perlu diperhitungkan karena dapat memengaruhi proses pemadaman dan pendinginan.
“Untuk penyebabnya jangan berspekulasi. Kita tunggu hasil pemeriksaan dan informasi teknis dari pihak yang berwenang. Yang paling penting sekarang adalah memastikan api benar-benar padam dan masyarakat tetap terlindungi,” kata Agustina.
Setelah kondisi api berhasil dikendalikan, Pemkot Semarang akan melanjutkan proses pendinginan sekaligus mengevaluasi kondisi TPA Jatibarang. Hasil evaluasi tersebut akan digunakan sebagai bahan menentukan langkah pencegahan agar kejadian serupa dapat diminimalkan.
Agustina juga mengingatkan masyarakat untuk mengikuti informasi melalui kanal resmi pemerintah serta tidak menyebarkan kabar yang kebenarannya belum dipastikan. (*)