KONTENSEMARANG.COM – Pemerintah Kota Semarang meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan menyusul kebakaran yang terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatibarang. Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng memberi perhatian khusus terhadap potensi kabut asap yang bergerak menuju kawasan permukiman.
Agustina mengatakan upaya penanganan saat ini difokuskan pada pengendalian api sekaligus meminimalkan risiko kesehatan bagi warga yang terpapar asap. Menurutnya, penanganan kebakaran harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya berfokus pada sumber api.
“Penanganan tidak cukup hanya di titik kebakaran. Pemadaman berjalan bersamaan dengan pemantauan kualitas udara, kesiapsiagaan layanan kesehatan, serta komunikasi dan edukasi kepada masyarakat,” ujarnya, Kamis (1/10).
Dari aspek kesehatan, asap yang berasal dari kebakaran di kawasan TPA perlu diwaspadai karena dapat membawa partikulat halus PM2.5 yang mampu masuk hingga bagian dalam saluran pernapasan. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena material yang terbakar di area TPA terdiri atas berbagai jenis.
Karena itu, warga yang berada di wilayah terdampak asap disarankan membatasi kegiatan di luar rumah, khususnya aktivitas yang membutuhkan tenaga fisik cukup berat.
Masyarakat juga diminta melakukan sejumlah langkah perlindungan apabila kondisi udara di sekitar tempat tinggal mulai dipenuhi asap.
Warga dianjurkan menutup rapat pintu dan jendela untuk membatasi masuknya asap ke dalam rumah. Bagi masyarakat yang menggunakan pendingin ruangan, mode resirkulasi dapat dipilih agar udara dari luar tidak terus masuk ke ruangan.
Ketika harus berada di luar ruangan dalam kondisi berasap, warga disarankan menggunakan masker N95 atau jenis yang setara dan dipastikan terpasang dengan baik.
Namun, penggunaan masker tidak dapat menyaring seluruh jenis gas sehingga mengurangi waktu terpapar asap tetap menjadi langkah penting.
Kelompok yang lebih rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta masyarakat dengan asma, gangguan paru-paru, penyakit jantung, dan penyakit kronis lainnya, diminta mendapat perhatian lebih.