Melalui pendekatan ini, setiap program dirancang dengan indikator keberhasilan yang terukur sehingga pelaksanaannya dapat dievaluasi dan dipertanggungjawabkan.
Selain keberhasilan dalam meningkatkan indikator pembangunan, inovasi sosial juga menjadi salah satu faktor yang memperkuat posisi Kota Semarang dalam penilaian PPD Jawa Tengah 2026. Salah satu program yang mendapat perhatian adalah DAYCARE Stunting.
Program tersebut dirancang melalui penggabungan berbagai layanan untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi sekaligus mendukung perkembangan anak.
Pendampingan yang diberikan mencakup pemeriksaan kesehatan, pengasuhan, stimulasi tumbuh kembang, pendidikan anak usia dini (PAUD), hingga kelas khusus bagi orang tua.
Pelaksanaannya melibatkan berbagai pihak, mulai dari organisasi perangkat daerah, puskesmas, organisasi profesi, kalangan akademisi, masyarakat, hingga sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.
Untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai sasaran, Pemkot Semarang juga memanfaatkan platform digital Sayang Anak sebagai sarana pemantauan secara transparan.
Agustina menyampaikan bahwa penguatan perencanaan berbasis data serta pengembangan inovasi yang berdampak langsung akan terus menjadi bagian penting dalam arah pembangunan Kota Semarang.
“Melalui penguatan perencanaan yang terarah dan inovasi yang berdampak langsung, kami berkomitmen memastikan setiap pencapaian pembangunan benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi warga Kota Semarang,” pungkasnya.
Raihan Kota Terbaik II dalam PPD Jawa Tengah 2026 diharapkan semakin mendorong Pemkot Semarang meningkatkan kualitas perencanaan dan pelaksanaan pembangunan. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi dapat terus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. (*)