KONTENSEMARANG.COM - Kota Semarang berhasil menempati posisi Kota Terbaik II dalam ajang Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Provinsi Jawa Tengah 2026. Capaian ini menjadi bukti keberhasilan pemerintah kota dalam menyusun arah pembangunan yang terencana dan berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap kualitas perencanaan pembangunan daerah yang dinilai mampu menghasilkan program terarah dan memberikan dampak bagi masyarakat.
Penyerahan penghargaan dilakukan oleh Kepala Bappeda Provinsi Jawa Tengah, Yusmanto, yang mewakili Gubernur Jawa Tengah. Penghargaan diterima Plt Kepala Bappeda Kota Semarang, Sugeng Hartanto, dalam acara yang berlangsung di Magelang.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menyambut positif pencapaian tersebut. Ia menilai penghargaan ini bukan hanya menjadi bentuk pengakuan atas kinerja pemerintah daerah, tetapi juga penyemangat untuk terus memperbaiki kualitas pembangunan.
Agustina menekankan bahwa setiap kebijakan dan program pemerintah perlu disusun dengan tujuan yang terukur serta sesuai kebutuhan masyarakat. Dengan perencanaan yang tepat, hasil pembangunan diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi seluruh warga.
“Penghargaan ini menjadi apresiasi sekaligus motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pembangunan Kota Semarang. Setiap program harus memiliki sasaran yang jelas dan mampu menjawab persoalan masyarakat agar hasilnya dapat dirasakan secara luas,” ujar Agustina, dalam keterangannya, Senin (2/11/2026).
Keberhasilan Kota Semarang meraih posisi kedua dalam PPD Jawa Tengah 2026 tidak terlepas dari sejumlah capaian indikator pembangunan yang menunjukkan perkembangan positif.
Dari sisi perekonomian, pertumbuhan Kota Semarang mengalami kenaikan dari 5,62 persen menjadi 6,49 persen. Peningkatan juga tercatat pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM), yang bergerak dari 85,24 menjadi 85,80.
Perkembangan positif turut terlihat pada kondisi sosial masyarakat. Angka kemiskinan berhasil ditekan dari 4,03 persen menjadi 3,80 persen. Sementara itu, tingkat pengangguran terbuka mengalami penurunan dari 5,82 persen menjadi 5,65 persen.
Pemerintah Kota Semarang juga terus mengembangkan sistem perencanaan pembangunan yang mengandalkan data dan capaian hasil.
Melalui pendekatan ini, setiap program dirancang dengan indikator keberhasilan yang terukur sehingga pelaksanaannya dapat dievaluasi dan dipertanggungjawabkan.
Selain keberhasilan dalam meningkatkan indikator pembangunan, inovasi sosial juga menjadi salah satu faktor yang memperkuat posisi Kota Semarang dalam penilaian PPD Jawa Tengah 2026. Salah satu program yang mendapat perhatian adalah DAYCARE Stunting.
Program tersebut dirancang melalui penggabungan berbagai layanan untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi sekaligus mendukung perkembangan anak.
Pendampingan yang diberikan mencakup pemeriksaan kesehatan, pengasuhan, stimulasi tumbuh kembang, pendidikan anak usia dini (PAUD), hingga kelas khusus bagi orang tua.
Pelaksanaannya melibatkan berbagai pihak, mulai dari organisasi perangkat daerah, puskesmas, organisasi profesi, kalangan akademisi, masyarakat, hingga sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.
Untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai sasaran, Pemkot Semarang juga memanfaatkan platform digital Sayang Anak sebagai sarana pemantauan secara transparan.
Agustina menyampaikan bahwa penguatan perencanaan berbasis data serta pengembangan inovasi yang berdampak langsung akan terus menjadi bagian penting dalam arah pembangunan Kota Semarang.
“Melalui penguatan perencanaan yang terarah dan inovasi yang berdampak langsung, kami berkomitmen memastikan setiap pencapaian pembangunan benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi warga Kota Semarang,” pungkasnya.
Raihan Kota Terbaik II dalam PPD Jawa Tengah 2026 diharapkan semakin mendorong Pemkot Semarang meningkatkan kualitas perencanaan dan pelaksanaan pembangunan. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi dapat terus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. (*)