“Penanganan kanker membutuhkan pendekatan yang menyeluruh. Selain teknologi dan keahlian dokter, deteksi dini, pemeriksaan yang tepat, pendampingan pasien, serta pemahaman keluarga juga sangat penting. Kita ingin masyarakat mendapatkan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan medisnya, dengan keselamatan dan kualitas sebagai prioritas,” tegas Agustina.
Menurut Agustina, pengembangan layanan kesehatan yang melibatkan perguruan tinggi dan rumah sakit sejalan dengan Misi 2 RPJMD Kota Semarang 2025–2029.
Misi tersebut berfokus pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui langkah pencegahan, pengobatan, dan rehabilitasi.
Pemerintah daerah, institusi pendidikan, rumah sakit, serta komunitas medis dinilai dapat berkontribusi melalui peningkatan pelayanan, pendidikan, penelitian, dan pertukaran keahlian.
Selain mendorong kolaborasi penelitian dan peningkatan kemampuan tenaga kesehatan, pertemuan internasional ini dinilai membuka kesempatan untuk memperluas jaringan pendidikan kedokteran serta meningkatkan daya saing Semarang di sektor kesehatan.
Pengembangan layanan, termasuk potensi wisata medis, harus disertai kualitas pelayanan yang terjaga, tenaga medis kompeten, dan kepercayaan pasien.
“Kita ingin Semarang semakin dikenal sebagai kota yang mampu mengembangkan pendidikan, inovasi, dan pelayanan kesehatan. Namun, yang paling utama adalah bagaimana perkembangan tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat dan memperkuat kualitas hidup warga,” tutup Agustina. (*)