Konten Semarang
Semarang

Pemkot Semarang Jamin Keamanan Data Pengguna Aplikasi SDG’s

Pemkot Semarang memastikan keamanan data pengguna aplikasi SDG’s melalui ISO 27001 dan sistem verifikasi digital berlapis.

Pemkot Semarang Jamin Keamanan Data Pengguna Aplikasi SDG’s
Pemkot Semarang Jamin Keamanan Data Pengguna Aplikasi SDG’s

KONTENSEMARANG.COM – Pemerintah Kota Semarang memastikan perlindungan data pribadi masyarakat menjadi perhatian utama dalam penggunaan platform layanan publik terpadu Semarang Dalam Genggaman Saya (SDG’s). 

Sistem tersebut dirancang untuk memudahkan warga mengakses berbagai layanan pemerintahan melalui satu aplikasi.

Nama SDG’s sendiri memiliki kemiripan dengan istilah Sustainable Development Goals atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan yang merupakan agenda global Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Namun, dalam konteks layanan digital Kota Semarang, SDG’s merupakan platform yang mengintegrasikan berbagai kebutuhan pelayanan masyarakat.

Untuk memperkuat perlindungan data pengguna, Pemkot Semarang menerapkan standar keamanan informasi internasional ISO 27001. Sistem tersebut juga didukung teknologi verifikasi digital untuk memastikan identitas pengguna terlindungi saat mengakses layanan.

Konsep layanan satu pintu yang diusung SDG’s memungkinkan masyarakat memperoleh berbagai pelayanan tanpa harus berpindah dari satu aplikasi ke aplikasi lainnya.

Platform Single Citizen-App tersebut mengintegrasikan layanan dari lebih dari 22 organisasi perangkat daerah (OPD) dalam satu sistem.

Sejak diperkenalkan bertepatan dengan HUT Kota Semarang pada Mei 2026, aplikasi SDG’s telah mencatat lebih dari 5.000 unduhan. Kehadiran aplikasi ini diharapkan dapat memangkas tahapan birokrasi sekaligus memberikan akses pelayanan publik yang lebih praktis bagi masyarakat.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo) Kota Semarang Didik Dwi Hartono menjelaskan bahwa aspek keamanan telah diperhatikan sejak tahap pengembangan.

Baca Juga
Teguh Subroto Resmi Pimpin DPD Aslinmas Jawa Tengah
Regional • 30 September 2026

Pemkot Semarang menggandeng mitra ahli dari Korea Selatan untuk menerapkan sistem perlindungan identitas digital secara berlapis.

“Platform ini menggunakan proses Know-Your-Customer (KYC) seluler yang aman serta autentikasi berbasis perangkat. Warga tidak perlu lagi membuka situs atau aplikasi yang terpisah-pisah untuk tiap dinas. Cukup satu aplikasi untuk mengurus kependudukan, kesehatan, pendidikan, pembayaran pajak, transportasi publik, hingga pengaduan,” kata Didik disela-sela seminar pendayagunaan pemerintahan digital di Patra Hotel Semarang, Selasa, 29 September 2026.

Guru Besar Sistem Informasi Unika Soegijapranata Semarang Prof. Ridwan Sanjaya turut mengapresiasi langkah Pemkot Semarang dalam mengintegrasikan berbagai layanan publik dalam satu platform.

Menurutnya, pemusatan data dan layanan publik perlu dibarengi dengan pengaturan akses yang ketat serta sistem keamanan yang memadai agar data pribadi masyarakat tetap terlindungi.

“Aplikasi yang mengakses data pribadi harus dipastikan aman dan dibatasi penggunaannya. Pemkot Semarang dari sisi keamanan sudah mengantongi sertifikasi ISO 27001. Artinya, ada standar keamanan teruji yang diterapkan, sehingga ini jadi jaminan bahwa penggunaan aplikasi SDG’s aman dan masyarakat tidak perlu khawatir,” kata Prof. Ridwan.

Selain aspek keamanan, kualitas sebuah aplikasi layanan publik juga ditentukan oleh kemampuannya dalam merespons kebutuhan masyarakat.

Kecepatan penyelesaian laporan dan pengaduan menjadi salah satu indikator penting dalam membangun kepercayaan pengguna terhadap layanan digital pemerintah.

Pengamat Teknologi dari STEI ITB Prof. Suhadi menilai kecepatan respons terhadap laporan warga menjadi tantangan yang perlu diperhatikan dalam pengembangan aplikasi smart city.

“Makin cepat pengaduan masyarakat bisa direspons, makin cepat aplikasi tersebut diterima dan dipercaya oleh publik. Pemkot Semarang bisa memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam proses analitik dan pengambilan keputusan agar penanganan pengaduan warga menjadi lebih cerdas, tepat, dan cepat,” ujar Prof. Suhadi.

Diskominfo Kota Semarang menyatakan sosialisasi aplikasi SDG’s akan terus diperluas kepada pelajar maupun masyarakat umum. Pemkot Semarang berharap pemanfaatan aplikasi tersebut semakin meningkat seiring dengan penguatan kualitas pelayanan dan sistem keamanan data pengguna. (*)

Baca Juga Otomatis

Rekomendasi berdasarkan kategori dan tag berita ini.

Menampilkan semua halaman artikel.

Artikel Selanjutnya

TPA Jatibarang Kembali Terbakar, Agustina Ungkap Ancaman Gas Metana hingga 2028
Semarang • 30 September 2026

TPA Jatibarang Kembali Terbakar, Agustina Ungkap Ancaman Gas Metana hingga 2028

Rekomendasi Redaksi