Konten Semarang
Semarang

Agustina Dorong Urban Farming di Semarang untuk Perkuat Ketahanan Pangan di Lahan Sempit

Agustina mendorong urban farming di Semarang melalui budidaya ubi jalar, diversifikasi pangan, dan pengolahan hasil untuk memperkuat ketahanan pangan.

Agustina Dorong Urban Farming di Semarang untuk Perkuat Ketahanan Pangan di Lahan Sempit
Agustina Dorong Urban Farming di Semarang untuk Perkuat Ketahanan Pangan di Lahan Sempit

Selain mendorong peningkatan produksi, Agustina mengingatkan pentingnya diversifikasi pangan untuk mengurangi ketergantungan terhadap beras.

Masyarakat dapat memanfaatkan sumber karbohidrat alternatif, seperti ubi jalar, singkong, dan jagung, sebagai bagian dari pola konsumsi sehari-hari.

Pengembangan tanaman pangan lokal juga dinilai mampu memperluas pilihan bahan pangan sekaligus mengoptimalkan potensi pertanian yang tersedia di lingkungan perkotaan.

Hasil panen ubi jalar pun dapat dikembangkan menjadi produk olahan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Berbagai produk seperti keripik, tepung, kue, dan olahan lainnya dapat menjadi pilihan bagi masyarakat untuk meningkatkan manfaat hasil budidaya.

Melalui pengolahan tersebut, kegiatan urban farming berpeluang membuka kesempatan usaha baru bagi warga.

Agustina menilai keterhubungan antara produksi pertanian, pengolahan, dan pemasaran menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong perekonomian masyarakat.

“Ketika produksi pertanian terhubung dengan pengolahan dan pasar, urban farming dapat menjadi bagian dari penguatan ketahanan pangan sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat,” kata Agustina.

Agustina berharap lahan percontohan ubi jalar di Pudakpayung dapat menjadi inspirasi bagi kelompok pertanian perkotaan lainnya di Semarang. Ia menilai setiap wilayah mempunyai potensi yang dapat dikembangkan menjadi kegiatan produktif sesuai dengan kondisi lingkungan setempat.

Masyarakat tidak harus memiliki lahan luas untuk memulai kegiatan pertanian. Jenis tanaman dan metode budidaya dapat disesuaikan dengan ruang yang tersedia serta kemampuan warga dalam mengelolanya.

Pengembangan pertanian perkotaan juga diharapkan tidak berhenti pada aktivitas menanam dan memanen. Dukungan pengolahan hasil serta akses pemasaran dapat meningkatkan nilai ekonomi produk sekaligus memperkuat manfaatnya bagi ketahanan pangan.

Baca Juga Otomatis

Rekomendasi berdasarkan kategori dan tag berita ini.

Halaman 2 dari 3

Artikel Selanjutnya

Wali Kota Semarang Kenang Prestasi Ayudiah Rivana, Atlet Pencak Silat yang Berpulang
Semarang • 29 Oktober 2026

Wali Kota Semarang Kenang Prestasi Ayudiah Rivana, Atlet Pencak Silat yang Berpulang

Rekomendasi Redaksi