Konten Semarang
Semarang

Kebakaran TPA Jatibarang Jadi Sorotan, Gas Metana dan Sampah Tak Terkelola

Kebakaran TPA Jatibarang menyoroti persoalan sampah dan gas metana, sementara Pemkot didorong memperkuat pengelolaan dari hulu.

Kebakaran TPA Jatibarang Jadi Sorotan, Gas Metana dan Sampah Tak Terkelola
Kebakaran TPA Jatibarang Jadi Sorotan, Gas Metana dan Sampah Tak Terkelola

KONTENSEMARANG.COM – Kebakaran yang kembali terjadi di TPA Jatibarang, Kota Semarang, menjadi perhatian terkait pengelolaan sampah. Peristiwa tersebut dinilai menunjukkan bahwa penanganan sampah perlu dilakukan sejak dari sumbernya, bukan hanya ketika sudah berada di tempat pemrosesan akhir.

Ketua Dewan Pertimbangan Pembangunan Kota (DP2K) Semarang, Prof Sudharto P Hadi, mengatakan kebakaran TPA Jatibarang seharusnya menjadi evaluasi untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga hingga tempat pemrosesan akhir.

Menurutnya, masyarakat memiliki peran penting karena menjadi pihak yang menghasilkan sampah setiap hari. Pengurangan dan pemilahan sampah sejak dari rumah dinilai dapat mengurangi beban yang harus ditangani di TPA Jatibarang.

"Ini membawa pesan mengingatkan kembali kepada kita semua sebagai penghasil sampah untuk mengolah sampah secara benar dari hulu," kata Sudharto seusai Dialog Prime Time DPRD Kota Semarang di Hotel Quest, Kamis (1/10/2026).

Sudharto mendorong masyarakat menerapkan prinsip 3R, yakni *reduce, reuse,* dan *recycle*. Penerapan konsep tersebut diharapkan dapat menekan jumlah sampah yang dibawa ke TPA.

"Mengelola sampah sesuai prinsip 3R, sehingga yang dibawa ke TPA Jatibarang jauh lebih sedikit," ujarnya.

Selain persoalan volume sampah, Sudharto juga menyoroti dampak kebakaran terhadap masyarakat sekitar, salah satunya munculnya kabut asap. Menurutnya, kondisi tersebut berkaitan dengan pengelolaan sampah yang belum optimal secara menyeluruh.

Ia menilai Pemkot Semarang telah berupaya mengembangkan sistem pengelolaan sampah yang lebih terkontrol. Namun, upaya tersebut perlu didukung perubahan kebiasaan masyarakat dalam mengurangi dan memilah sampah.

"Saya rasa Pemerintah Kota Semarang sudah dalam upaya ke arah sana sesuai UU Pengelolaan Sampah Tahun 2008 yang berbasis sanitary atau controlled landfill," katanya.

Di sisi lain, persoalan jumlah sampah yang masuk ke TPA Jatibarang masih menjadi perhatian Pemkot Semarang. Pelaksana Tugas Kepala Bappeda Kota Semarang menyebut volume sampah yang sebelumnya sekitar 1.100 ton per hari kini turun menjadi kurang lebih 800 ton per hari.

Namun, berkurangnya volume tersebut juga memunculkan persoalan baru terkait sampah yang tidak masuk ke TPA. Pemkot perlu memastikan sampah tersebut tetap dikelola dan tidak berakhir di lingkungan.

"Yang menjadi pekerjaan rumah saat ini adalah menyasar sekitar 200 ton sampah yang tidak masuk ke TPA Jatibarang. Ke mana sampah-sampah itu? Salah satunya adalah dibuang ke got-got atau saluran," katanya.

Sementara itu, kebakaran TPA Jatibarang yang mulai terjadi pada Rabu (30/9/2026) malam telah berangsur terkendali. Meski demikian, petugas masih menemukan sejumlah titik api sehingga proses pemadaman terus dilakukan.

Kepala Operasional dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Tantri Pradono, mengatakan kondisi kebakaran pada Kamis (1/10/2026) lebih baik dibandingkan malam sebelumnya.

"Kondisi terkini sudah lebih baik dibanding tadi malam. Tapi masih banyak titik api yang harus diwaspadai," kata Tantri di Semarang, Kamis (1/10/2026).

Asap putih masih terlihat di beberapa bagian area TPA. Petugas melakukan penyekatan untuk mencegah api kembali meluas ke bagian lain.

Tantri menyebut titik awal kebakaran diduga berasal dari zona 1 sebelum kemudian merambat hingga zona 3. Area tersebut diketahui sudah tidak menjadi zona aktif.

Salah satu kendala dalam proses pemadaman adalah tingginya kandungan gas metana di dalam timbunan sampah. Gas tersebut membuat bara api yang berada di bagian dalam timbunan sulit dipadamkan dengan cepat.

"Kandungan gas metana dalam tumpukan gunung sampah yang memicu kebakaran cukup besar," ujarnya.

Untuk penanganan lanjutan, tujuh unit mobil pemadam kebakaran masih ditempatkan di TPA Jatibarang. Petugas harus memastikan bara yang berada di dalam timbunan benar-benar padam sehingga proses pemadaman diperkirakan membutuhkan waktu.

"Tujuh mobil pemadam kebakaran masih disiagakan di TPA Jatibarang untuk melakukan pemadaman lanjutan," kata Tantri. (*)

Baca Juga Otomatis

Rekomendasi berdasarkan kategori dan tag berita ini.

Menampilkan semua halaman artikel.

Artikel Selanjutnya

Kebakaran TPA Jatibarang, Dinkes Semarang Minta Anak dan Lansia Pakai Masker N95
Semarang • 02 Oktober 2026

Kebakaran TPA Jatibarang, Dinkes Semarang Minta Anak dan Lansia Pakai Masker N95

Rekomendasi Redaksi