Pengerukan dan perbaikan diperlukan untuk mengurangi risiko genangan maupun banjir, terutama karena wilayah tersebut mulai memasuki musim hujan.
“Kondisi saat ini saluran penuh dengan sedimen lumpur dan sampah. Selain pengerukan saluran, juga akan ada penguatan pondasi kiri-kanan Saluran,” ujar dia.
Terkait keberadaan para pedagang, Satpol PP berencana menjalin koordinasi dengan Dinas Perdagangan Kota Semarang agar mereka dapat diarahkan untuk menempati area di dalam Terminal Terboyo.
Upaya tersebut dipertimbangkan karena penertiban terhadap PKL di kawasan itu telah dilakukan hingga empat kali, tetapi lapak kembali bermunculan.
Selain melanggar ketertiban, keberadaan lapak di tepi jalan dan di atas saluran air dinilai menghambat kelancaran lalu lintas serta mengganggu fungsi drainase. Karena itu, diperlukan solusi penataan sekaligus kesadaran para pedagang untuk mematuhi aturan yang berlaku.
“Nanti kita sampaikan Upaya tersebut kepada Dinas Perdagangan dan juga perlu kesadaran dari para pedagang,” tandas dia. (*)