Konten Semarang
Semarang

Kemarau Panjang Keringkan Kolam Buaya Semarang Zoo, 110 Ribu Liter Air Disalurkan

Semarang Zoo mengatasi kolam buaya yang mengering akibat kemarau dengan bantuan 110.000 liter air. Manajemen memastikan seluruh buaya sehat.

Kemarau Panjang Keringkan Kolam Buaya Semarang Zoo, 110 Ribu Liter Air Disalurkan
Kemarau Panjang Keringkan Kolam Buaya Semarang Zoo, 110 Ribu Liter Air Disalurkan

KONTENSEMARANG.COM – Kondisi kolam buaya di Semarang Zoo menjadi perhatian publik setelah video yang memperlihatkan kolam dalam keadaan kering beredar luas di media sosial. 

Situasi tersebut diduga berkaitan dengan musim kemarau panjang yang menyebabkan pasokan air di kebun binatang milik Pemerintah Kota Semarang itu berkurang.

Direktur Semarang Zoo, Bimo Wahyu Widodo, membenarkan bahwa kekeringan pada kolam buaya terjadi akibat minimnya ketersediaan air selama musim kemarau.

Kondisi ini semakin sulit ditangani karena danau yang selama ini menjadi salah satu sumber utama air untuk operasional dan kegiatan konservasi juga mengalami penyusutan drastis.

“Kondisi kolam surut karena memang musim kemarau panjang ini. Apalagi danau yang ada di tempat kami itu jadi salah satu sumber utama pengairan juga surut drastis,” ungkap Bimo, Kamis, 29 Oktober 2026.

Menurut Bimo, penyusutan air danau hingga menyebabkan kondisi seperti saat ini merupakan kejadian pertama yang dialami Semarang Zoo. Meski demikian, manajemen memastikan seluruh buaya tetap dalam pengawasan petugas dan berada dalam kondisi sehat.

Untuk mengatasi keterbatasan air, pengelola segera melakukan sejumlah langkah pemenuhan kebutuhan air bagi satwa. Upaya tersebut tidak hanya menyasar kolam buaya, tetapi juga fasilitas kandang lain, termasuk kandang orangutan, dengan dukungan sejumlah instansi terkait.

Bimo menjelaskan, pengiriman bantuan air dilakukan secara bertahap sejak 22 Oktober 2026. Pada tahap awal, PDAM Tirta Moedal menyalurkan lima tangki air untuk membantu memenuhi kebutuhan air di area kebun binatang.

Bantuan berikutnya datang pada 23 Oktober 2026 dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) sebanyak delapan tangki air. Kemudian, pada 26 Oktober 2026, PDAM Tirta Moedal kembali mengirimkan satu tangki air, sedangkan Disperkim menambahkan delapan tangki.

Dengan kapasitas masing-masing tangki sebesar 5.000 liter, total bantuan yang diterima Semarang Zoo mencapai 22 tangki atau setara 110.000 liter air.

“Kami mendapat bantuan dari PDAM dan Disperkim total sampai 110.000 liter air, sehingga saat ini kondisi kolam buaya sudah terisi air,” jelasnya.

Manajemen Semarang Zoo mengapresiasi dukungan PDAM Tirta Moedal dan Disperkim dalam membantu menjaga ketersediaan air di kawasan konservasi. Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya memenuhi kebutuhan dasar satwa di tengah kondisi cuaca yang berdampak pada pasokan air.

Pengelola juga menegaskan komitmennya untuk terus memperhatikan kesejahteraan satwa melalui pemantauan rutin, perawatan kandang, serta pemeliharaan lingkungan di sekitar area konservasi.

Ke depan, Semarang Zoo akan melanjutkan langkah mitigasi untuk mengantisipasi dampak kemarau. Pihak pengelola turut mengajak masyarakat berdoa agar hujan segera turun sehingga kondisi lingkungan dan ketersediaan air dapat kembali normal.

“Kami juga mengimbau masyarakat untuk memperoleh informasi secara utuh melalui keterangan resmi pengelola dan memahami bahwa pihak manajemen senantiasa berdedikasi menjaga kesejahteraan satwa di tengah tantangan perubahan cuaca ekstrem ini,” pungkasnya. (*)

Baca Juga Otomatis

Rekomendasi berdasarkan kategori dan tag berita ini.

Menampilkan semua halaman artikel.

Artikel Selanjutnya

Wali Kota Semarang Kenang Prestasi Ayudiah Rivana, Atlet Pencak Silat yang Berpulang
Semarang • 29 Oktober 2026

Wali Kota Semarang Kenang Prestasi Ayudiah Rivana, Atlet Pencak Silat yang Berpulang

Rekomendasi Redaksi