Ahmad Luthfi Tinjau Longsor di Brebes, Minta Perbaikan Jalan dan Sekolah Dipercepat

Ahmad Luthfi Tinjau Longsor di Brebes, Minta Perbaikan Jalan dan Sekolah Dipercepat
Ahmad Luthfi Tinjau Longsor di Brebes, Minta Perbaikan Jalan dan Sekolah Dipercepat

KONTENSEMARANG.COM — Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, meninjau lokasi tanah longsor di Desa Cilibur, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Rabu, 11 Maret 2026.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan dampak bencana dapat segera dilakukan agar tidak meluas ke area permukiman warga.

Dalam peninjauan tersebut, Ahmad Luthfi didampingi Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah Bergas Catursasi Penanggungan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jawa Tengah Henggar Budi Anggoro, serta Kepala Dinas Pendidikan Sadimin.

Longsor di wilayah tersebut dipicu hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi pada 1 Maret 2026.

Curah hujan menyebabkan debit Sungai Longkrang meningkat hingga menggerus tebing sungai dan memicu kejenuhan tanah yang berujung longsor.

Kondisi semakin memburuk ketika hujan deras kembali mengguyur kawasan tersebut pada 8 Maret 2026.

Tebing sungai kembali tergerus sehingga memicu longsor yang mengakibatkan badan jalan hilang dan merobohkan bangunan di SMP Muhammadiyah 3 Paguyangan.

Dalam dua peristiwa tersebut tidak dilaporkan adanya korban jiwa.

Ahmad Luthfi meninjau langsung titik longsor yang menyebabkan ambrolnya jalan penghubung antar desa dan kecamatan.

Ia juga memimpin rapat koordinasi di lokasi bersama para pemangku kepentingan dan perwakilan masyarakat guna membahas langkah penanganan lanjutan.

"Jalan harus segera dibikin. Teknisnya nanti didiskusikan dulu karena ini jalan kabupaten, nanti kita (provinsi) intervensi saja. Kabupaten menyiapkan alternatif apa, provinsi melakukan apa," kata Luthfi saat memberikan arahan dalam rapat tindak lanjut penanganan longsor di Desa Cilibur.

Selain penanganan jalan, Luthfi juga meminta percepatan perbaikan SMP Muhammadiyah 3 Paguyangan yang terdampak bencana.

Longsor mengakibatkan bangunan kamar mandi roboh dan sejumlah bagian gedung sekolah terancam runtuh.

Akibat kondisi tersebut, kegiatan belajar mengajar sementara dipindahkan ke Gedung Madrasah Diniyah Muhammadiyah Desa Cilibur yang berjarak sekitar 200 hingga 300 meter dari lokasi longsor.

"Jadi anak-anak sekolah tidak boleh berhenti. Kepala sekolah segera lapor ke dinas mengenai kurangnya apa. Meskipun SMP kewajiban bupati, nanti provinsi akan ikut bantu," katanya.

Ia juga meminta agar rencana relokasi SMP Muhammadiyah 3 Paguyangan dapat segera diproses mengingat kegiatan belajar mengajar tidak dapat menunggu terlalu lama.

Kepala Dinas PUPR Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, menyebutkan terdapat dua alternatif penanganan jalan yang rusak akibat longsor.

Pertama, merelokasi jalur jalan dengan memanfaatkan tanah bengkok. Kedua, tetap menggunakan jalur yang ada dengan membangun talud atau penahan tebing sungai yang longsor.

"Untuk alternatif kedua, kita akan membongkar gedung paling depan guna membuka akses jalan, setelah itu tinggal menangani di tikungan jalan. Nanti akan dikoordinasikan lagi dengan Dinas Kabupaten," katanya.

Sementara itu, Kepala SMP Muhammadiyah 3 Paguyangan, Ahmad Najib, menyampaikan bahwa kegiatan belajar mengajar tetap berjalan normal meskipun sementara dipindahkan ke gedung Madrasah Diniyah milik Muhammadiyah yang berjarak sekitar 200 meter dari lokasi bencana.

"Jumlah siswa kami ada 108 siswa. Kegiatan belajar masih berlangsung dengan baik," katanya.

Terkait rencana relokasi sekolah, pihak sekolah bersama Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) telah menyiapkan lokasi alternatif.

Lokasi tersebut telah dibahas dengan pengurus ranting Muhammadiyah dan saat ini menunggu proses pengecekan dari dinas terkait.

"Sudah mengajukan laporan ke dinas dan memang harus direlokasi. Tempat sudah diskusi dengan ketua ranting, tinggal pengecekan," katanya. (*)