Forum ASEAN-ID Nourish: Komitmen Nyata Wujudkan Makanan Bergizi untuk Anak
Forum ASEAN-ID Nourish di Semarang dorong kolaborasi regional untuk program makan bergizi anak dan penguatan sistem pangan berkelanjutan.
KONTENSEMARANG.COM – Kota Semarang menjadi pusat perhatian dalam agenda kerja sama regional setelah menjadi tuan rumah forum ASEAN–ID Nourish: Forum on Healthy School Meals and Nutrition for Human Capital Development and Resilient Food System yang berlangsung pada 27–29 April 2026.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kementerian Luar Negeri RI bersama Badan Gizi Nasional dan Pemerintah Kota Semarang, dengan menghadirkan berbagai pemangku kepentingan dari dalam dan luar negeri untuk membahas strategi pemenuhan gizi anak melalui program makanan sekolah.
Penunjukan Semarang sebagai lokasi forum bukan tanpa alasan. Kota ini merupakan bagian dari Steering Committee Milan Urban Food Policy Pact (MUFPP) kawasan Asia-Pasifik periode 2026–2028, sebuah jejaring global yang mendorong kebijakan pangan yang sehat, aman, dan berkelanjutan di tingkat kota.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, dalam sambutannya menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memastikan anak-anak mendapatkan asupan gizi yang cukup melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Kita ingin memastikan tidak ada lagi siswa yang harus belajar dengan perut kosong agar mereka bisa fokus meraih cita-cita,” terang Agustina.
Hal senada disampaikan oleh Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN Kementerian Luar Negeri RI, Y.M. Ina H. Krisnamurthi. Dalam pidato kuncinya, ia menekankan pentingnya implementasi nyata dari komitmen ASEAN.
“Bagi kami di Kementerian Luar Negeri, penting untuk menerjemahkan komitmen di tingkat ASEAN menjadi kerja sama praktis dan hasil yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di tingkat nasional,” tegasnya.
Sementara itu, Deputi Penyediaan dan Penyaluran Badan Gizi Nasional, Brigjen TNI (Purn.) Suardi Samiran, menyoroti bahwa program MBG bukan sekadar bantuan sosial, melainkan investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia.
“Dengan memastikan setiap anak memperoleh akses pada makanan sehat dan bergizi di sekolah, kita sedang meletakkan fondasi bagi generasi yang mampu memimpin, berinovasi, dan bersaing di tingkat global,” ujarnya.
Tak hanya diskusi, para peserta forum juga diajak meninjau langsung pelaksanaan program melalui kunjungan ke tiga lokasi Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Semarang, yakni SPPG Polda Jateng, SPPG Unimus, dan SPPG Padalangan. Kunjungan ini bertujuan memberikan gambaran nyata implementasi program MBG sekaligus membuka peluang kolaborasi lintas negara.
Forum ASEAN-ID Nourish ini diikuti oleh sekitar 120 peserta dari berbagai latar belakang, termasuk perwakilan dari 7 negara anggota ASEAN, 11 negara mitra, negara-negara pihak TAC, serta sejumlah organisasi internasional dan masyarakat sipil.
Ke depan, forum ini diharapkan mampu memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendukung program makanan bergizi, tidak hanya dari sisi kesehatan, tetapi juga pertanian, pendidikan, rantai pasok, hingga pemberdayaan ekonomi lokal.
kontensemarang