“Bagi warga Kota Semarang yang terdampak, segera mendaftar ke kami. Kumpulkan KTP-nya dan tentukan mau pelatihan apa untuk membangun usaha baru, kami siap melatih. Harapannya sebelum Oktober pelatihan sudah mulai berjalan,” jelasnya.
Tak hanya pelatihan merintis bisnis, Disnaker turut memfasilitasi penyaluran tenaga kerja bagi mereka yang berniat kembali menjadi karyawan di perusahaan lain. Program rekrutmen ini dibuka secara rutin setiap hari Rabu lewat portal resmi Disnaker.
Sutrisno juga menambahkan bahwa iklim ketenagakerjaan di Kota Semarang sepanjang tahun 2026 terbilang relatif stabil. Tercatat hingga bulan Juli, jumlah pekerja yang terkena PHK berada di kisaran 466 kasus.
Kondisi ini lebih dominan dipicu oleh selesainya masa kontrak kerja, bukan akibat kebangkrutan atau kolapsnya sektor industri secara massal.
“Ini adalah situasi yang tidak normal (khusus kasus PT Victory). Prinsip kami adalah hak-hak mereka wajib terbayarkan sesuai aturan. Kami juga berterima kasih kepada pihak pengusaha yang sejauh ini masih kooperatif dan bertanggung jawab atas hak-hak pekerjanya,” pungkasnya. (*)