Konten Semarang
Semarang

846 Buruh Kena PHK, Disnaker Semarang Jamin Hak Cair dan Siapkan Pelatihan

Disnaker Semarang pastikan hak 846 buruh korban PHK PT Victory Apparel terpenuhi serta siapkan pelatihan wirausaha bagi pekerja lokal.

846 Buruh Kena PHK, Disnaker Semarang Jamin Hak Cair dan Siapkan Pelatihan
846 Buruh Kena PHK, Disnaker Semarang Jamin Hak Cair dan Siapkan Pelatihan

KONTENSEMARANG.COM - Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) berkomitmen untuk mengawasi dan menjamin pemenuhan hak 846 pekerja PT Victory Apparel Indonesia

Ratusan karyawan tersebut dipastikan terimbas gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) menyusul akan berakhirnya masa kontrak perusahaan pada Oktober 2026 mendatang.

Sutrisno, selaku Kepala Disnaker Kota Semarang, menegaskan bahwa fokus utama pemerintah daerah saat ini adalah mendesak pihak manajemen agar menyiapkan alokasi dana yang memadai.

Langkah ini bertujuan untuk melunasi seluruh hak pekerja tanpa terkecuali, sekaligus menagih tanggung jawab langsung dari pemilik perusahaan.

“Prinsipnya kami berupaya bagaimana hak-hak 846 buruh itu uangnya ada. Itu kami pastikan dulu. Yang kedua, memastikan pemilik bertanggung jawab atas itu semua,” kata Sutrisno di PT Victory Apparel Indonesia, Senin, 27 Juli 2026.

Menurut Sutrisno, langkah PHK ini terpaksa diambil lantaran masa operasional kontrak pabrik akan benar-benar selesai pada bulan Oktober nanti, yang juga dibarengi dengan penarikan kembali seluruh aset serta sarana produksi oleh pemilik modal.

Meski begitu, ia menjamin bahwa sejauh ini pihak perusahaan masih patuh membayarkan upah para pekerjanya dengan lancar, termasuk pemenuhan hak bagi karyawan yang saat ini tengah dirumahkan.

Lebih jauh, Sutrisno mengungkapkan bahwa dari total 846 buruh yang terdampak, sebagian besarnya merupakan warga pendatang dari luar daerah.

Karyawan yang tercatat memiliki KTP domisili Kota Semarang hanya menyumbang porsi sekitar 10 persen, atau kurang lebih 80 orang.

Sebagai bentuk antisipasi terhadap efek ekonomi bagi warga lokal, Disnaker sesuai dengan instruksi Wali Kota Semarang telah mengalokasikan anggaran khusus guna menyelenggarakan program pelatihan wirausaha.

“Bagi warga Kota Semarang yang terdampak, segera mendaftar ke kami. Kumpulkan KTP-nya dan tentukan mau pelatihan apa untuk membangun usaha baru, kami siap melatih. Harapannya sebelum Oktober pelatihan sudah mulai berjalan,” jelasnya.

Tak hanya pelatihan merintis bisnis, Disnaker turut memfasilitasi penyaluran tenaga kerja bagi mereka yang berniat kembali menjadi karyawan di perusahaan lain. Program rekrutmen ini dibuka secara rutin setiap hari Rabu lewat portal resmi Disnaker.

Sutrisno juga menambahkan bahwa iklim ketenagakerjaan di Kota Semarang sepanjang tahun 2026 terbilang relatif stabil. Tercatat hingga bulan Juli, jumlah pekerja yang terkena PHK berada di kisaran 466 kasus.

Kondisi ini lebih dominan dipicu oleh selesainya masa kontrak kerja, bukan akibat kebangkrutan atau kolapsnya sektor industri secara massal.

“Ini adalah situasi yang tidak normal (khusus kasus PT Victory). Prinsip kami adalah hak-hak mereka wajib terbayarkan sesuai aturan. Kami juga berterima kasih kepada pihak pengusaha yang sejauh ini masih kooperatif dan bertanggung jawab atas hak-hak pekerjanya,” pungkasnya. (*)

Baca Juga Otomatis

Rekomendasi berdasarkan kategori dan tag berita ini.

Menampilkan semua halaman artikel.

Artikel Selanjutnya

Dongkrak Panen Lele, Dinas Perikanan Semarang Gelar Pelatihan Pembenihan
Semarang • 28 Juli 2026

Dongkrak Panen Lele, Dinas Perikanan Semarang Gelar Pelatihan Pembenihan

Rekomendasi Redaksi