Ia menyebutkan, konsep Sekolah Rakyat Terintegrasi merupakan bagian dari program nasional pengentasan kemiskinan. Hingga kini, sudah ada 165 sekolah rakyat yang beroperasi di seluruh Indonesia.
“Trilogi sekolah rakyat adalah memuliakan wong cilik, menjangkau yang belum terjangkau, dan memungkinkan yang tidak mungkin. Selain anak-anaknya sekolah, orang tua juga akan mengikuti program pemberdayaan seperti bansos dan pelatihan kerja. Dalam lima tahun, diharapkan anaknya lulus dan keluarganya bisa lepas dari kemiskinan,” kata Gus Ipul.
Menurut Gubernur Ahmad Luthfi, model pendidikan inklusif seperti sekolah rakyat menjadi bukti nyata bahwa pendidikan bisa menjadi pintu keluar dari kemiskinan jika dikelola secara kolaboratif.
Pemerintah daerah, kementerian, dan masyarakat, kata dia, perlu terus bersinergi agar program ini berjalan berkelanjutan dan memberi dampak nyata bagi kesejahteraan warga Jawa Tengah.