KONTENSEMARANG.COM - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta seluruh pemerintah kabupaten dan kota di wilayahnya segera memetakan potensi ekonomi kreatif yang dimiliki masing-masing daerah. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat identitas produk lokal sekaligus memperluas peluang pemasaran hingga ke tingkat nasional maupun internasional.
Menurut Luthfi, setiap daerah memiliki karakter dan keunggulan yang berbeda. Karena itu, potensi ekonomi kreatif perlu didata dan dikelola secara sistematis agar mampu menjadi kekuatan ekonomi yang berkelanjutan.
“Ekonomi kreatif itu tidak terbatas tempat, waktu, dan umur. Selama manusia mempunyai kreativitas, di situ akan tumbuh,” kata Luthfi dalam acara Ngobrol Kreatif Gubernur Jawa Tengah dengan Pelaku Ekonomi Kreatif di Hotel Wahid Prime Kota Salatiga, Rabu, 10 Juni 2026.
Ia menjelaskan, sektor ekonomi kreatif kini memiliki peran penting dalam menopang perekonomian daerah, terutama di tengah ketidakpastian global dan keterbatasan fiskal yang dihadapi pemerintah. Oleh sebab itu, dukungan pemerintah terhadap para pelaku usaha kreatif harus dilakukan secara berkelanjutan.
“Kehadiran negara, pejabat, bupati, wali kota, dan dinas terkait harus ikut membersamai mereka. Jangan dilepas. Mereka harus kita beri wadah,” ujarnya.
Luthfi menilai Jawa Tengah memiliki banyak potensi ekonomi kreatif yang tersebar di berbagai daerah, mulai dari sektor kerajinan, seni budaya, UMKM, industri kreatif hingga pariwisata. Namun, sebagian besar potensi tersebut belum mendapatkan promosi yang optimal.
Karena itu, ia meminta pemerintah daerah menyusun peta ekonomi kreatif yang tidak hanya berfungsi sebagai data internal, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana promosi untuk memperkenalkan keunggulan masing-masing wilayah kepada masyarakat maupun calon investor.
Menurutnya, pemetaan tersebut harus mampu menggambarkan karakteristik dan kekuatan ekonomi kreatif yang menjadi ciri khas setiap daerah sehingga dapat menciptakan nilai tambah dan daya saing yang lebih kuat.
Selain pemetaan potensi, Luthfi juga mendorong penyelenggaraan kegiatan dan pameran ekonomi kreatif secara rutin di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Tengah. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi wadah promosi sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas bagi para pelaku usaha.
“Saya ingin ekonomi kreatif mengadakan kegiatan setiap bulan, muter di seluruh kabupaten kota. Ekonomi kreatif di sini belum tentu sama dengan daerah lain,” katanya.
Ia menegaskan bahwa dukungan pemerintah tidak cukup hanya dengan menyediakan tempat untuk memajang produk. Pelaku UMKM dan ekonomi kreatif membutuhkan ruang yang memungkinkan mereka mengembangkan usaha, membangun jaringan bisnis, memperluas pemasaran, hingga menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak.
Dalam kesempatan itu, Luthfi juga mengusulkan pemanfaatan aset-aset pemerintah yang belum digunakan secara maksimal untuk mendukung aktivitas ekonomi kreatif. Menurutnya, bangunan atau lahan milik pemerintah yang selama ini terbengkalai dapat diubah menjadi ruang kreatif bagi generasi muda dan komunitas usaha.
Komitmen tersebut terlihat saat salah satu pelaku ekonomi kreatif asal Purbalingga, Santosa, menyampaikan kebutuhan akan ruang edukasi dan eksplorasi bagi komunitas kreatif di daerahnya. Menanggapi aspirasi tersebut, Luthfi langsung menghubungi kepala daerah terkait dan meminta agar segera dicarikan lokasi yang dapat dimanfaatkan komunitas tersebut.
Selain persoalan ruang kreatif, sejumlah pelaku usaha juga menyampaikan kebutuhan lain seperti penguatan sentra industri, showroom produk, sarana promosi, perbaikan akses jalan hingga dukungan pengembangan usaha lintas daerah.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Luthfi menegaskan bahwa pengembangan ekonomi kreatif tidak boleh terhambat oleh batas administratif antarwilayah. Pelaku usaha harus diberikan kesempatan untuk memperluas pasar dan mengembangkan bisnisnya selama tetap mematuhi aturan yang berlaku.
Menurutnya, ekonomi kreatif memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi seluruh unsur pemerintahan, mulai dari tingkat provinsi hingga desa, untuk membuka akses pasar, memperkuat jaringan usaha, menyediakan ruang kreatif, serta mengoptimalkan potensi lokal yang dimiliki masing-masing daerah.
Dengan pemetaan yang jelas dan dukungan yang terintegrasi, ekonomi kreatif Jawa Tengah diharapkan mampu berkembang lebih cepat, meningkatkan daya saing produk lokal, serta memberikan kontribusi yang semakin besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.