"Sistem seleksi pada SPMB ini memanfaatkan sumber data pokok pendidikan, data emis Kanwil Kemenag Jateng, DTSEN, dan data kependudukan dari Dispermasdesdukcapil Jateng," katanya.
Sadimin menambahkan, sistem informasi SPMB kini dikembangkan secara mandiri oleh pemerintah daerah.
Jika sebelumnya bekerja sama dengan Telkom Indonesia, mulai tahun lalu hingga sekarang sekolah tidak lagi dibebani iuran penyelenggaraan sistem.
Ia juga menyebut slogan “No Titip No Jastip” yang digaungkan Ahmad Luthfi berhasil membawa SPMB Jawa Tengah menjadi yang terbaik secara nasional pada tahun lalu.
"Tahun lalu SPMB Jawa Tengah terbaik nasional, masalah dan kasusnya sedikit. Tahun ini diharapkan semakin baik atau tidak ada masalah atau kasus," katanya. (*)