"Di sini sudah dilatih cara membikin pakaian, cara ngedol sepatu, cara menjahit dan sebagainya,” kata dia.
Kepala Disperindag Jawa Tengah Julu Emmylia menjelaskan, seluruh peserta mengikuti pelatihan selama 20 hari tanpa dipungut biaya.
Selain pelatihan, mereka juga mendapatkan fasilitas makan, tempat tinggal sementara, hingga layanan antar-jemput menuju perusahaan mitra.
"Selesai pelatihan langsung kami tempatkan di perusahaan. Mereka menjadi karyawan tetap dengan gaji UMR," katanya.
Ia menjelaskan kebutuhan tenaga kerja hasil pelatihan BIPTAK mencapai sekitar 5.000 orang setiap tahun.
Namun kapasitas sarana dan infrastruktur yang tersedia saat ini baru mampu melatih sekitar 3.000 peserta yang dibagi dalam beberapa gelombang.
Karena itu, kolaborasi pendanaan dengan perusahaan mitra, Baznas Jateng, serta PLN menjadi faktor penting untuk memperluas jangkauan program.
"Kapasitas kami 3000 orang, anggaran kami melatih hanya 300 orang, maka dibantu oleh CSR. Hampir 700 orang kami kerja sama dengan PT Mas Arya, total bisa melatih dengan menggunakan tempat kami sebanyak 960 orang. Itu langsung ditempatkan di PT Mas Arya," jelasnya.
Salah satu peserta asal Boyolali, Bina Una Cahyani, mengaku program tersebut sangat membantu karena memberikan materi yang mudah dipahami dan fasilitas yang mendukung selama pelatihan.
"Nanti setelah 10 hari langsung kerja di PT Mas Arya. Saya mengatahui informasi pelatihan ini dari media sosial. Ada kesempatan makanya saya coba daftar," ujar lulusan SMKN 1 Klego Boyolali tersebut.