Menurut Hamenang, manfaat kegiatan tersebut tidak hanya pada sektor promosi daerah, tetapi juga dapat mendorong kembali budaya bersepeda di masyarakat sebagai alternatif mobilitas yang lebih efisien.
"Setelah ini kita bersama-sama bisa kembali menggeliatkan bersepeda. Mungkin kalau hanya jarak 1 sampai dengan 5 kilometer putar-putar di antar desa, kegiatan antar desa, datang ke rapat RT, RW, belanja di sekitar bisa menggunakan sepeda," urainya.
Pengurus IVCA Jateng, Sukarno Pandu, menjelaskan kegiatan tahun ini diikuti sekitar 100 peserta dari 40 negara yang menjelajahi desa-desa di kawasan Prambanan menggunakan sepeda klasik.
Kehadiran para peserta turut menarik perhatian masyarakat sekitar.
Saat singgah di Desa Kemudo, peserta menikmati berbagai atraksi budaya mulai dari pertunjukan gamelan, sajian kuliner, tarian tradisional hingga permainan rakyat.
Bahkan sejumlah tamu, termasuk para duta besar dan pejabat daerah, turut mencoba pengalaman membatik.
Rangkaian IVCA 2026 dijadwalkan berlanjut pada Minggu (24/5/2026) dengan melibatkan sekitar 15 ribu peserta dari berbagai wilayah di Jawa Tengah yang akan menempuh rute bersepeda sejauh kurang lebih 26 kilometer di sekitar kawasan Prambanan. (*)