Konten Semarang
Semarang

Disperin Semarang Luncurkan Smart Indigo Percepat Pertumbuhan IKM Berbasis Digital

Disperin Semarang meluncurkan Smart Indigo untuk mempercepat pertumbuhan IKM berbasis digital dan mendukung program Waras Ekonomi.

Disperin Semarang Luncurkan Smart Indigo Percepat Pertumbuhan IKM Berbasis Digital
Disperin Semarang Luncurkan Smart Indigo Percepat Pertumbuhan IKM Berbasis Digital

KONTENSEMARANG.COM – Dinas Perindustrian (Disperin) Kota Semarang memperkenalkan sistem manajemen terintegrasi berbasis digital bernama Smart Indigo (Smart, Integrated, Green, and Opportunity). 

Inovasi ini disiapkan untuk mempercepat pengembangan Industri Kecil dan Menengah (IKM) sekaligus mendukung pelaksanaan program prioritas Pemerintah Kota Semarang, Waras Ekonomi.

Kepala Disperin Kota Semarang, Arwita Mawarti, mengatakan Smart Indigo lahir sebagai jawaban atas kebutuhan tata kelola sentra industri yang lebih modern, efisien, serta mampu mengikuti perkembangan teknologi dengan tetap mengedepankan prinsip ramah lingkungan.

Menurutnya, platform tersebut dirancang untuk menghubungkan berbagai sentra industri dalam satu ekosistem digital, sehingga membuka peluang pasar yang lebih luas sekaligus memperkuat daya saing pelaku IKM.

“Aksi perubahan yang saya sebut Smart Indigo ini memungkinkan kita melakukan percepatan. Sistem ini menghubungkan sentra industri berbasis digital, berorientasi hijau (green), dan membuka peluang (opportunity) pasar seluas-luasnya untuk IKM,” kata Arwita di sela Temu Bisnis IKM Olahan Pangan di Hotel Gumaya, Selasa (4/8).

Implementasi awal Smart Indigo langsung diwujudkan melalui kegiatan temu bisnis (business matching).

Pada kesempatan tersebut, sistem ini memfasilitasi penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara sejumlah perusahaan besar dengan pelaku IKM lokal.

Hasil awal dari program ini mencatat 10 perusahaan dan pelaku industri besar siap menyerap produk lokal.

Selain itu, 21 IKM berhasil menjalin kemitraan, sementara lebih dari 40 produk IKM resmi masuk dalam rantai pasok mitra usaha.

“Temu bisnis hari ini adalah salah satu wujud nyata percepatan dari aksi perubahan Smart Indigo untuk menunjang dan mendukung program Waras Ekonomi,” ujarnya.

Arwita mengungkapkan, Kota Semarang memiliki potensi IKM yang cukup besar. Dari lebih dari 30 ribu UMKM yang ada, sekitar 1.600 merupakan IKM yang tersebar di 24 sentra industri tematik.

Sentra tersebut mencakup industri kuliner, seperti bandeng, lumpia, dan jajanan pasar, sektor kriya seperti batik dan kerajinan, hingga industri manufaktur seperti Sentra Logam.

Ke depan, seluruh sentra akan terintegrasi melalui Smart Indigo sehingga mempermudah pendataan, penyaluran bantuan, pengurusan perizinan, hingga perluasan akses pasar.

Di sektor industri pengolahan, perkembangan IKM juga terus meningkat. Berdasarkan data hasil kerja sama dengan BPJPH dan instansi terkait, lebih dari 256 ribu produk IKM di Kota Semarang telah mengantongi legalitas, mulai dari Nomor Induk Berusaha (NIB), PIRT, hingga Sertifikat Halal.

Arwita optimistis Smart Indigo akan terus membuka peluang kolaborasi dengan berbagai sektor.

“Ke depan kita tidak akan berhenti di sini. Kita akan gelar temu bisnis susulan secara berkelanjutan dengan sektor IKM lainnya, seperti IKM logam dan batik. Target kita berikutnya adalah menembus jaringan hotel-hotel besar agar produk IKM Semarang bisa menjadi sajian utama bagi para wisatawan,” pungkasnya. (*)

Baca Juga Otomatis

Rekomendasi berdasarkan kategori dan tag berita ini.

Menampilkan semua halaman artikel.

Artikel Selanjutnya

Trans Semarang Gelar Ram Check Malam Hari untuk Pastikan Armada Tetap Aman
Semarang • 06 Agustus 2026

Trans Semarang Gelar Ram Check Malam Hari untuk Pastikan Armada Tetap Aman

Rekomendasi Redaksi