KONTENSEMARANG.COM – Universitas Semarang (USM) resmi menerjunkan 855 mahasiswa program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) tahun 2026 di tiga kecamatan di Kota Semarang pada Rabu (8/7/2026).
Ratusan mahasiswa tersebut disebar di Kecamatan Ngaliyan sebanyak 261 orang, Kecamatan Semarang Utara 246 orang, dan Kecamatan Genuk 348 orang.
Kegiatan ini merupakan wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi di bidang pengabdian masyarakat.
Selama masa KKN, para mahasiswa ditugaskan untuk berkolaborasi dengan perangkat wilayah dan warga setempat guna mengeksekusi program kerja yang relevan dengan potensi masing-masing daerah.
Di Kecamatan Ngaliyan, fokus utama pemberdayaan diarahkan pada sektor ekonomi melalui pendampingan UMKM.
Mahasiswa ditargetkan mampu membantu pelaku UMKM lokal dalam adaptasi teknologi digital, perbaikan kemasan produk, dan manajemen usaha agar lebih berdaya saing.
Camat Ngaliyan, Dr Moeljanto SE Kp MM, menyambut positif program ini.
"Harapan kami pelaksanaan KKN PPM adik-adik mahasiswa Universitas Semarang berkolaborasi dengan masyarakat di Kecamatan Ngaliyan ini benar-benar bisa mendapatkan manfaat yang terbaik untuk masyarakat. Sekaligus juga adik-adik mahasiswa bisa mengaplikasikan ataupun melakukan perubahan-perubahan yang berdampak pada masyarakat sesuai dengan keilmuan ataupun fakultas yang mereka ambil," ujarnya.
"Harapan kami, UMKM semakin meningkat dengan kehadiran adik-adik mahasiswa KKN dari USM ini," tambahnya.
Sementara itu, di Kecamatan Semarang Utara, program mahasiswa disinergikan dengan lima agenda pembangunan Kota Semarang (Semarang Bersih, Sehat, Cerdas, Makmur, dan Tangguh), dengan titik berat pada perbaikan lingkungan dan ketahanan pangan.
Camat Semarang Utara, Siwi Wahyuningsih SE MM, menginginkan keberlanjutan dari inovasi yang dibawa mahasiswa.
"Harapannya apa yang menjadi program pemerintah ini bisa diakomodasi oleh adik-adik mahasiswa sehingga berdampak langsung kepada masyarakat dan hasilnya dapat dirasakan oleh warga di wilayah kami," katanya.
Adapun di Kecamatan Genuk, kehadiran mahasiswa diarahkan untuk membantu penanganan masalah lingkungan, ketahanan pangan, dan UMKM, termasuk mempromosikan jajanan lokal Ndas Maling. Camat Genuk menilai suntikan gagasan dari kalangan akademisi sangat dibutuhkan wilayahnya.
"Yang pertama pastinya kami bersyukur mendapat tambahan ide, pemikiran, dan tenaga untuk bisa membangun Kecamatan Genuk. Yang kedua, kami juga berterima kasih atas kolaborasi antara kecamatan, kelurahan, masyarakat, serta perguruan tinggi, khususnya Universitas Semarang," ujarnya.
"Kalau tidak ada bedanya antara sebelum dan sesudah KKN mahasiswa ini, nanti percuma saja. Nilai tambahnya adalah bahwa adanya adik-adik mahasiswa KKN ini bisa membawa kemajuan dan kebermanfaatan di Kecamatan Genuk," tegasnya. (*)