“Peran teknologi informasi sangat penting dalam penanganan bencana alam agar koordinasi masing-masing pihak bisa berjalan dengan baik. Selain itu penanganan kasus pencurian saat bencana juga masih menjadi PR bagi kita semua, bahkan saat bencana ada hal yang terkait dengan hukum adat juga perlu diperhatikan bagi relawan karena relawan pada umumnya datang dari luar daerah sehingga harus memahami kultur daerah bencana agar tugas kemanusiaan berjalan dengan baik,” tambahnya.
Dalam pemaparannya, Dr. Saiful Hadi menjelaskan bahwa teknologi informasi sangat membantu dalam berbagai tahapan penanganan bencana, mulai dari proses asesmen, pelayanan di selter, koordinasi antarrelawan hingga pelaporan.
“Pengalaman di lapangan saat banjir di Baturagung Grobogan kami menggunakan teknologi Star Link untuk komunikasi antar relawan dan mendukung layanan pusat data dan informasi guna pelaporan ke PMI,” ungkap Saiful.
Ia juga menambahkan bahwa teknologi informasi berperan penting dalam upaya mitigasi bencana, salah satunya melalui pemanfaatan Geographic Information System (GIS).
“Teknologi informasi juga bisa digunakan untuk mitigasi bencana, jika mitigasi bencana dilakukan dengan baik maka resiko atau dampak dari bencana tentu akan berkurang, sehingga peran teknologi informasi sangat penting dalam proses mitigasi bencana melalui Geographic Information System (GIS),” tambahnya.
GIS sendiri merupakan sistem berbasis komputer yang digunakan untuk menangkap, mengelola, menganalisis, serta menampilkan data yang berkaitan dengan posisi di permukaan bumi.
Teknologi ini menggabungkan peta digital dengan data atribut sehingga dapat membantu memahami pola, hubungan spasial, serta mendukung proses pengambilan keputusan. (*)