“Intervensi pemerintah harus dilakukan secara cepat dan terukur sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga,” tegasnya.
Lebih lanjut, Saleh meminta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di seluruh wilayah Jawa Tengah meningkatkan koordinasi dan memperkuat pemantauan perkembangan harga di lapangan. Langkah tersebut diperlukan untuk mengantisipasi kemungkinan meningkatnya inflasi dalam beberapa bulan mendatang.
Menurutnya, stabilitas harga memiliki peran penting dalam menjaga kesejahteraan masyarakat. Tingkat inflasi yang tinggi akan memberikan dampak langsung, terutama bagi kelompok masyarakat berpenghasilan rendah yang paling rentan terhadap kenaikan harga kebutuhan sehari-hari.
Sebagai bagian dari langkah antisipasi inflasi pasca kenaikan BBM, pemerintah daerah diharapkan dapat bergerak cepat dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga barang kebutuhan pokok. Upaya tersebut dinilai penting untuk menekan risiko lonjakan harga yang berpotensi terjadi akibat meningkatnya biaya distribusi.
“Jangan sampai kenaikan BBM diikuti kenaikan harga kebutuhan pokok yang tidak terkendali. Pemerintah daerah harus hadir untuk menjaga stabilitas harga dan melindungi daya beli masyarakat,” pungkasnya.
Dengan berbagai langkah pengendalian yang dilakukan secara terukur dan berkelanjutan, stabilitas harga diharapkan tetap terjaga sehingga Daya Beli masyarakat tidak mengalami tekanan akibat dampak kenaikan BBM non-subsidi.