Konten Semarang
Parlemen

Dukung Ketahanan Pangan, Waka DPRD Jateng Dorong Keragaman Komoditas Lokal

Waka DPRD Jateng Heri Pudyatmoko dorong ketahanan pangan lewat keberagaman komoditas pangan lokal agar tidak hanya bergantung pada beras.

Dukung Ketahanan Pangan, Waka DPRD Jateng Dorong Keragaman Komoditas Lokal
Dukung Ketahanan Pangan, Waka DPRD Jateng Dorong Keragaman Komoditas Lokal

KONTENSEMARANG.COM - Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko mengatakan bahwa upaya memperkuat ketahanan pangan tidak cukup hanya berfokus pada peningkatan produksi beras semata. 

Di tengah tantangan perubahan iklim, pertumbuhan penduduk, dan dinamika ekonomi global, keberagaman pangan lokal dinilai menjadi salah satu kunci penting untuk menjaga ketahanan pangan daerah dalam jangka panjang.

Ia menjelaskan bahwa Jawa Tengah memiliki kekayaan sumber pangan yang sangat beragam. Mulai dari jagung, singkong, ubi jalar, talas, sorgum, hingga berbagai komoditas hortikultura yang selama ini menjadi bagian dari budaya pangan masyarakat.

Dukung Ketahanan Pangan, Waka DPRD Jateng Dorong Keragaman Komoditas Lokal

Menurutnya, potensi tersebut perlu terus dijaga dan dikembangkan agar ketahanan pangan daerah tidak bergantung pada satu jenis komoditas saja.

“Ketahanan pangan tidak hanya berbicara soal ketersediaan pangan, tetapi juga keberagaman sumber pangan yang dimiliki masyarakat. Semakin beragam pilihan pangan yang kita miliki, semakin kuat pula daya tahan kita menghadapi berbagai tantangan di masa depan,” ujarnya.

Data Badan Pangan Nasional menunjukkan, Indonesia memiliki lebih dari 70 jenis sumber karbohidrat lokal yang berpotensi menjadi alternatif pangan.

Sementara itu, Jawa Tengah dikenal sebagai salah satu daerah dengan keragaman komoditas pangan yang cukup besar, mulai dari padi, jagung, umbi-umbian, hingga berbagai hasil pertanian lokal lainnya.

Heri menilai, keberagaman pangan lokal memiliki nilai strategis karena tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga memperkuat perekonomian petani dan masyarakat pedesaan.

Selain itu, menurutnya, pengembangan pangan lokal dapat membuka peluang usaha baru sekaligus meningkatkan nilai tambah produk pertanian daerah.

“Ketika pangan lokal berkembang, yang tumbuh bukan hanya sektor pertanian, tetapi juga industri pengolahan, UMKM, hingga sektor pariwisata berbasis kuliner,” katanya.

Heri mengingatkan bahwa perubahan pola konsumsi masyarakat dalam beberapa dekade terakhir menyebabkan sejumlah pangan lokal mulai jarang dikonsumsi.

Padahal, banyak komoditas lokal memiliki kandungan gizi yang baik dan mampu tumbuh sesuai karakteristik wilayah setempat.

Karena itu, ia mendorong berbagai pihak untuk meningkatkan edukasi mengenai pentingnya diversifikasi pangan, sekaligus memperluas pemanfaatan bahan pangan lokal dalam kehidupan sehari-hari.

“Pangan lokal bukan simbol masa lalu. Justru di tengah tantangan global saat ini, pangan lokal bisa menjadi salah satu solusi untuk memperkuat kemandirian pangan daerah,” ujarnya.

Selain itu, Heri menilai program ketahanan pangan perlu diintegrasikan dengan penguatan sektor pertanian berbasis potensi lokal.

Dukungan terhadap petani, akses pasar, teknologi budidaya, hingga hilirisasi produk pangan lokal menjadi faktor penting agar komoditas tersebut memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.

Menurutnya, ketahanan pangan yang kuat harus dibangun dari tingkat keluarga, desa, hingga daerah. Karena itu, pengembangan pekarangan produktif, lumbung pangan masyarakat dan pemanfaatan lahan pertanian secara optimal perlu terus didorong.

“Jangan sampai kita kehilangan kekayaan pangan lokal yang selama ini menjadi bagian dari identitas daerah. Selain bernilai ekonomi, keberagaman pangan juga menjadi modal penting dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat,” katanya.

“Ketahanan pangan yang sesungguhnya adalah ketika masyarakat memiliki akses terhadap pangan yang cukup, bergizi, terjangkau dan beragam. Karena itu, menjaga keragaman pangan lokal harus menjadi agenda bersama untuk masa depan yang lebih tangguh,” pungkasnya. (*)

Baca Juga Otomatis

Rekomendasi berdasarkan kategori dan tag berita ini.

Menampilkan semua halaman artikel.

Artikel Selanjutnya

Wakil Ketua DPRD Jateng Dorong Lansia dan Disabilitas Jadi Kekuatan Baru Ekonomi Daerah
Parlemen • 17 Juli 2026

Wakil Ketua DPRD Jateng Dorong Lansia dan Disabilitas Jadi Kekuatan Baru Ekonomi Daerah

Rekomendasi Redaksi