Sementara itu, Ketua Umum Paguyuban Jawa Tengah, Leles Sudarmanto, menjelaskan bahwa pertunjukan wayang kulit dipilih karena merupakan salah satu produk budaya yang telah menjadi aset bangsa Indonesia.
Oleh sebab itu, menurutnya, pelestarian budaya tersebut perlu terus dilakukan oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk generasi muda Indonesia, khususnya masyarakat Jawa dan Betawi.
Leles menambahkan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kolaborasi seni budaya Jawa dan Betawi yang perlu terus dikembangkan. Menurutnya, sinergi budaya menjadi sarana penting untuk memperkuat kebersamaan sekaligus menyatukan berbagai pandangan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
"Harmoni Budaya ini adalah kolaborasi seni budaya antara wong Jawa dan Betawi. Maka dari itu kita terus upayakan karena gubernur DKI Jakarta bersama Gubernur Jawa Tengah juga kolaborasi. Hal-hal seperti ini penting sekali, Republik Indonesia ini perlu kolaborasi untuk menyamakan persepsi melalui budaya," ujarnya.
Melalui kegiatan ini, para perantau tidak hanya menghadirkan ruang pelestarian budaya daerah, tetapi juga memperkuat hubungan antarmasyarakat melalui seni dan tradisi. Upaya tersebut sekaligus menjadi wujud nyata dalam menjaga keberagaman serta memperkokoh Budaya Indonesia di tengah dinamika kehidupan perkotaan.