Lebih dari itu, Luthfi memandang ajang lari ini membawa efek ganda, yakni menyehatkan fisik peserta sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi UMKM daerah.
“Ini bentuk pola hidup sehat di Provinsi Jawa Tengah dan seluruh daerah," katanya.
Dina Kharisma Hari Wibowo, selaku Race Director Sukoharjo Spektakuler Run 2026, membenarkan tingginya animo para pelari.
Kuota 2.000 peserta terjual habis dengan cepat, bahkan panitia terpaksa menolak sejumlah pendaftar demi menjaga kenyamanan rute.
Peserta yang hadir tercatat berasal dari berbagai wilayah, mulai dari Solo, Yogyakarta, Semarang, hingga Jawa Timur.
"Target kami 2.000 peserta dan alhamdulillah target kami sudah terpenuhi. Kita banyak menolak peserta," katanya.
Dampak ekonomi dari event ini pun sangat terasa di lapangan. Kehadiran pelari luar daerah berhasil menaikkan tingkat keterisian kamar hotel di kawasan Solobaru, serta memberikan lonjakan pendapatan bagi UMKM kuliner lokal selama akhir pekan.
"Banyak warga dari luar Sukoharjo, ada yang menginap di hotel-hotel sekitar venue dan ada juga kuliner-kuliner yang dalam 2 hari ini mengalami pelonjakkan ekonomi," pungkasnya. (*)