βProgram MBG sudah terbukti menyerap jutaan pekerja di Indonesia, di Kota Semarang ini sudah berjalan dengan bagus, banyak masyarakat yang ikut ambil bagian dengan bekerja di dapur SPPG serta menjadi pemasok kebutuhan SPPG,β katanya.
Nunung optimistis kepemimpinan baru di BGN dapat memperkuat tata kelola sekaligus meningkatkan kualitas pelaksanaan program di lapangan.
βSaya optimis pilihan Pak Presiden dengan menunjuk kepala BGN yang baru merupakan keputusan yang tepat, khususnya dalam upaya memperbaiki program kerja BGN serta meningkatkan kinerja lembaga,β ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengapresiasi berbagai masukan dan kritik yang disampaikan mahasiswa maupun masyarakat terhadap pelaksanaan program MBG.
Menurutnya, kritik yang konstruktif perlu diiringi dengan solusi agar dapat menjadi bahan perbaikan bagi pemerintah.
Salah satu usulan yang disampaikannya adalah melibatkan mahasiswa sebagai relawan pengawas di sekolah-sekolah untuk membantu memantau kualitas makanan yang diterima siswa.
βSaya yakin dengan pengawasan ini maka program MBG akan semakin baik, pengelola SPPG juga tidak akan main-main dengan menu yang disajikan ke siswa,β katanya.
Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, menjelaskan bahwa pergantian pimpinan BGN merupakan bagian dari evaluasi terhadap pelaksanaan program selama satu setengah tahun terakhir, terutama yang berkaitan dengan aspek kedisiplinan, tata kelola, dan kualitas makanan.
"Terkait dengan BGN, maka pada hari ini 2 Juni 2026 Bapak Presiden melakukan pergantian pimpinan BGN," ujar Mensesneg.
Dalam perombakan tersebut, Kepala BGN sebelumnya, Dadan Hindayana, digantikan bersama dua wakil kepala, yakni Lodewyk Usung dan Sonny Sanjaya.