Menurutnya, stabilitas daerah menjadi faktor penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi dan menarik investasi yang saat ini menunjukkan perkembangan positif.
Pada triwulan pertama 2026, realisasi investasi di Jawa Tengah tercatat mencapai Rp23,02 triliun.
Nilai tersebut terdiri atas Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp12,98 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp10,04 triliun.
Sebagian besar investasi tersebut berada di sektor padat karya yang berkontribusi dalam membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat di berbagai daerah.
βKita tahu ini menjadi tanggung jawab kita sebagai warga Jawa Tengah untuk menjaga kondusivitas di 35 kabupaten/kota. Kalau suasananya kondusif, pertumbuhan ekonomi juga akan berjalan baik,β tegasnya.
Menanggapi aksi demonstrasi yang kembali berlangsung pada 17 Juni 2026, Gus Yasin memastikan pemerintah tetap siap mengawal aspirasi yang disampaikan mahasiswa.
Ia juga mengajak para peserta aksi untuk menyampaikan pendapat secara damai, tertib, dan tidak mudah terpancing provokasi agar pesan yang ingin disampaikan dapat diterima dengan baik.
βSampaikan saja. Ruang publik kita buka. Jangan karena demo melibatkan banyak orang kemudian terprovokasi, sehingga apa yang ingin disampaikan justru tidak tersampaikan,β pungkasnya. (*)